Iran dan AS Hampir Mendekati Kesepakatan Akhiri Perang
Share
PENUTUR.COM — Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin dekat menandatangani memorandum saling pengertian satu halaman untuk mengakhiri perang sekaligus menetapkan kerangka negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Menurut laporan situs berita Axios yang dikutip Anadolu, Kamis, (7/5), Washington kini tengah menanti respons Iran terkait sejumlah isu krusial dalam kurun waktu 48 jam ke depan.
Meski belum ada kesepakatan final yang tercapai, laporan yang mengutip berbagai sumber tersebut menyebutkan bahwa situasi saat ini merupakan titik terdekat bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan sejak perang bermula.
Kesepakatan yang diusulkan akan mencakup penghentian sementara pengayaan uranium oleh Iran, sementara AS akan mencabut sanksi, membebaskan dana yang dibekukan, dan kedua pihak akan melonggarkan pembatasan transit di Selat Hormuz.
Namun banyak ketentuan masih bergantung pada kesepakatan akhir sehingga risiko konflik kembali pecah atau gencatan senjata yang berkepanjangan tanpa penyelesaian tetap terbuka.
Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump menarik diri dari operasi baru di Selat Hormuz demi menjaga gencatan senjata yang rapuh karena adanya kemajuan dalam pembicaraan.
Memorandum berisi 14 poin tersebut sedang dinegosiasikan oleh utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bersama pejabat Iran, baik secara langsung maupun melalui mediator.
Draf memorandum itu akan mengakhiri perang dan memulai periode negosiasi selama 30 hari mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi.
Pembicaraan itu kemungkinan digelar di Islamabad atau Jenewa.
Selama periode tersebut, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut Amerika Serikat akan dilonggarkan secara bertahap.
Laporan itu menyebut apabila pembicaraan gagal, Amerika Serikat dapat kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan aksi militer.
Penghentian sementara pengayaan uranium masih menjadi poin yang dinegosiasikan, dengan estimasi durasi berkisar antara 12 hingga 15 tahun.
Iran disebut mengusulkan lima tahun, sementara Amerika Serikat mendorong masa 20 tahun.


