Baru Dua Tahun Menjabat, Keir Starmer Mundur Sebagai PM Inggris dan Ketua Partai Buruh
Share
PENUTUR.COM — Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari posisi PM dan Ketua Partai Buruh.
Starmer mengaku mengambil langkah tersebut dengan suka rela. Ia juga merasa dirinya bukan orang yang tepat untuk memimpin Partai Buruh dalam pemilihan berikutnya.
“Pertanyaan yang diajukan partai saya sekarang adalah apakah saya orang yang paling tepat untuk memimpin kita menuju pemilu berikutnya,” ujar Starmer.
“Saya telah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada,” tambahnya.
Menurutnya, semua keputusan yang diambil lebih mengutamakan kepentingan negara. Dan karena itulah, lanjutnya, ia memilih mundur sebagai Pemimpin Partai Buruh.
Mundur dari jabatan ketua Partai Buruh juga akan mengakhiri jabatan Starmer sebagai PM Inggris.
Selanjutnya, Partai Buruh akan menggelar pemilihan ketua baru yang nantinya akan menjadi PM Inggris selanjutnya.
Starmer mengatakan bahwa proses pemilihan pemimpin Partai Buruh yang baru akan dimulai pada 9 Juli mendatang.
Dia akan tetap menjabat sebagai PM Inggris hingga penggantinya terpilih, diperkirakan pada September mendatang.
Starmer menambahkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Raja Inggris Charles III pada Senin (22/6) pagi sebelum mengumumkan pengunduran dirinya ke publik.
“Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja pagi ini untuk memberitahukan keputusan saya,” ujarnya.
Pengunduran diri Starmer ini membuka jalan bagi Inggris untuk memiliki PM baru, yang akan menjadi PM ke-7 dalam satu dekade terakhir.
Ini menandai tingkat pergantian pemimpin yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Inggris.


