LOADING

Ketik di sini

Dunia Kerja

Kalah Saing, Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Bakal Hengkang ke Vietnam

Share

PENUTUR.COM — Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sedang mengintai sektor industri otomotif tanah air.

Dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur, yakni nPT J dan PT S dikabarkan akan hengkang ke Vietnam.

Hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

Jika rencana tersebut benar terjadi maka diperkirakan akan ada ribuan buruh yang terkena dampaknya.

Said Iqbal belum mau menyebutkansecara detail nama kedua perusahaan tersebut.

Hingga kini, perusahaan masih melakukan dialog dengan para pekerja mengenai keberlanjutan usahanya.

“Belum bisa disebut nama lengkap perusahaannya karena sedang proses dialog dengan serikat pakerja,” ungkap Said Iqbal seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/6).

Said Iqbal menyebut Vietnam dibidik kedua perusahaan tersebut karena Vietnam tengah fokus pada pengembangan mobil listrik.

“Informasi awal menunjukkan situasi perang yang berkepanjangan membuat prinsipal dari Jepang berencana memindahkan investasinya ke negara lain dan lebih berfokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa langkah akan ditempuh. Salah satunya melakukan negosiasi terhadap 2 perusahaan tersebut.

“Serikat pekerja akan bernegosiasi dengan perusahaan untuk meyakinkan agar tidak pindah ke Vietnam. Dari situ saya akan berkomunikasi dengan DPR dan Presiden untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri mobil listrik di Indonesia,” bebernya.

Said Iqbal menegaskan bahwa strategi yang digunakan adalah mendatangi langsung lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan PHK, bukan menunggu persoalan membesar.

“Saya mengajak strateginya bukan menunggu, tetapi datang. Pemerintah bersama serikat buruh, terutama KSPI, sudah melakukan mitigasi awal untuk memastikan tidak adanya PHK,” ujarnya

BACA JUGA  Kraton Yogyakarta Layangkan Gugatan Terhadap PT KAI Rp 1.000, Ini Alasannya

 

Tags: