LOADING

Ketik di sini

Bisnis

OJK Tetapkan Direksi BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Direktur Utama 

Share

PENUTUR.COM — Otoritas Jasa Keuangan resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia secara tetap untuk masa jabatan 2026 hingga 2030 pada hari Kamis, (18/6).

Penetapan itu dilakukan setelah orang tersebut lulus dalam proses uji penilaian dan kepatutan.

Seperti diambil dari Money, langkah penunjukan jabatan baru ini akan dilakukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan Bursa Efek Indonesia pada hari Senin, (39/6).

Keputusan itu menjadi awal dari fase baru dalam kepemimpinan otoritas pasar modal dalam negeri.

Sebelum diberi kepercayaan memimpin institusi ini, Jeffrey Hendrik pernah kuliah di bidang manajemen bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti.

Ia berhasil menyelesaikan studi dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1995.Sentimen pasar.

“Selamat dan sukses atas dilantiknya Jeffrey Hendrik, Alumni FEB 1995, lulusan Jurusan Manajemen, sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” akun resmi Instagram @usakti_official.

“Semoga amanah ini membawa kemajuan bagi pasar modal Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tambahnya.

Jeffrey Hendrik memiliki pengalaman kerja yang cukup lama di bidang keuangan, bahkan sejak masih kuliah ia sudah bekerja di PT Zone Pratama dari tahun 1994 sampai 1996.

Ia pernah menjabat sebagai Corporate Finance di PT Transpacific Securindo dari tahun 1996 hingga 1999.

Perjalanan kariernya selanjutnya adalah memimpin PT Phintraco Sekuritas sebagai Direktur Utama selama periode yang cukup lama, yaitu dari tahun 1999 sampai tahun 2022.

Selain memimpin perusahaan sekuritas, Jeffrey Hendrik juga aktif dalam pasar modal sebagai anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek Bursa Efek Indonesia pada periode 2019 hingga 2020.

Ia juga terlibat dalam mengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia sebagai anggota Departemen Perdagangan Efek dari tahun 2020 hingga 2022.

BACA JUGA  Konflik Iran - Israel Memanas, Pemerintah Didesak Segera Evakuasi 360 WNI Di Iran

Kontribusinya di bidang regulasi mencakup peran sebagai anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan sejak tahun 2021.

Pengalaman yang luas membuatnya masuk ke tim direktur di bursa, khususnya sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada 29 Juni 2022.

Dinamika kepemimpinan bursa kemudian mengarahkan dirinya untuk menjadi Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada 12 Februari 2026.

Posisi itu diisi setelah pejabat sebelumnya, Iman Rachman, mengundurkan diri pada akhir bulan Januari 2026.

Dengan penetapan ini, diharapkan kepemimpinan baru dapat membawa pasar modal Indonesia menjadi lebih maju dan stabil.

Tantangan ini sangat penting di tengah kondisi pergerakan ekonomi dunia yang saat ini masih penuh dengan ketidakpastian.

Tags:

You Might also Like