Rupiah Longsor ke Titik Terendah, Kini Mendekati Rp18 Ribu per Dolar AS
Share
PENUTUR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (3/6) pagi, dibuka melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.878 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.839 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen kelanjutan ketidakpastian geopolitik dan rilis data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Rupiah bakal bergerak fluktuatif di rentang Rp 17.840 – Rp 17.900.
Di sisi internal, BPS mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026.
Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen.
BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 meski ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global belum mereda.
Kinerja ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi penopang utama surplus perdagangan nasional.
Surplus neraca perdagangan secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai 5,64 miliar dolar AS.
Neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.


