LOADING

Ketik di sini

Gaya Hidup

Memilih Daycare yang Aman Buat Si Buah Hati, Simak Tipsnya!

Share

PENUTUR.COM — Memilih tempat penitipan anak atau daycare menuntut ketelitian ekstra karena menyangkut keamanan serta aspek tumbuh kembang buah hati.

Psikolog klinis Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kualitas daycare memberikan dampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan emosional anak.

Orang tua disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Sejumlah faktor krusial wajib menjadi bahan pertimbangan sebelum menitipkan anak pada pihak pengelola daycare.

Pemeriksaan izin operasional dari dinas terkait menjadi langkah awal yang mendasar.

Keberadaan izin resmi menandakan bahwa tempat tersebut memenuhi standar pengawasan tertentu dan memiliki tenaga pengasuh yang terkualifikasi.

Daycare yang beroperasi secara ilegal memiliki risiko tinggi karena minimnya sistem pengawasan yang jelas.

Selain legalitas, transparansi dari pihak pengelola juga menjadi indikator profesionalitas sebuah daycare.

“Daycare yang baik tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu atau memiliki CCTV yang dapat dipantau oleh orangtua secara langsung,” ujar Devi, dikutip dari ANTARA, Rabu (29/4).

Fasilitas pemantauan seperti CCTV membantu membangun kepercayaan antara pengelola dan orang tua.

Keterbukaan ini memastikan bahwa anak tetap berada dalam lingkungan yang terlindungi secara maksimal.

Aspek penting lainnya adalah keseimbangan jumlah pengasuh dengan jumlah anak yang ditangani.

Rasio yang ideal sangat diperlukan, terutama bagi bayi dan balita yang membutuhkan perhatian lebih intensif dari orang dewasa.

Jika seorang pengasuh menangani terlalu banyak anak, efektivitas pengawasan akan menurun dan membahayakan keselamatan anak.

Oleh karena itu, orang tua wajib meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi fisik bangunan.

Kunjungan langsung memungkinkan orang tua mengecek kebersihan ruang, sirkulasi udara, hingga keamanan fasilitas bermain.

Lingkungan yang tertata rapi dan terang mendukung kenyamanan anak selama menghabiskan waktu di daycare.

BACA JUGA  DPR Bakal Panggil KPK Usut Dugaan Rekayasa Akuisisi Saham BCA oleh Djarum Grup

Melakukan riset mendalam melalui ulasan di media sosial atau Google Maps sangat disarankan untuk mengetahui konsistensi pelayanan.

Rekam jejak yang positif biasanya mencerminkan profesionalisme daycare tersebut dalam jangka panjang.

Orang tua juga diingatkan untuk belajar dari peristiwa yang sempat mencuat, seperti kasus daycare Little Aresha di Yogyakarta.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam memilih tempat pengasuhan bisa berdampak serius bagi anak.

“Kasus ini tentunya merupakan sebuah pengkhianatan besar terhadap kepercayaan orang tua dan sebuah kegagalan sistem yang harusnya melindungi anak,” kata Devi.

Setelah anak mulai dititipkan, kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak menjadi kunci utama.

Respons emosional seperti rasa cemas atau ketakutan saat akan pergi ke daycare sering kali menjadi sinyal paling jujur mengenai pengalaman yang mereka alami.

 

Tags: