LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Breaking News! Uni Emirat Arab Putuskan Keluar dari OPEC

Share

PENUTUR.COM — Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC diperkirakan akan menambah volume produksi energi negara tersebut, meski penutupan Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama distribusi pasokan ke pasar global.

Pemerintah UEA menyatakan bahwa setelah keluar dari OPEC, negara itu akan tetap bertindak sebagai produsen yang bertanggung jawab dengan menambah produksi secara bertahap dan terukur, sesuai dengan kondisi permintaan dan pasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak UEA menjadi yang terbesar ketiga antara negara OPEC lain setelah Arab Saudi dan Irak, mengutip NBC News.

Abu Dhabi telah bergabung dengan OPEC sejak 1967, sementara UEA resmi menjadi anggota sejak berdiri sebagai negara berdaulat pada 1971.

UEA menilai volatilitas jangka pendek akibat gangguan di Teluk Arab dan Selat Hormuz masih memengaruhi dinamika pasokan.

Namun tren jangka menengah hingga panjang tetap menunjukkan pertumbuhan pada permintaan energi global.

Analis energi Rystad, Jorge Leon, menilai keluarnya UEA akan membawa perubahan besar bagi OPEC.

Menurutnya, dampak jangka pendek mungkin terbatas karena gangguan pengiriman di Selat Hormuz masih berlangsung.

Namun dalam jangka panjang, langkah ini diyakini melemahkan posisi OPEC di pasar global secara permanen.

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 10 April, setelah pembicaraan damai dengan Iran gagal menunjukkan kemajuan berarti.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan sempat mendekati US$102 per barel, sedangkan Brent melonjak hingga ke US$113 per barel.

Kenaikan harga minyak juga berdampak pada harga bahan bakar.

Rata-rata harga bensin di AS pada Selasa telah mencapai US$4,18 per galon, tertinggi sepanjang tahun ini menurut data AAA.

BACA JUGA  Indonesia Kirim Bantuan 800 Ton ke Gaza, Pastikan Israel Tak Halangi

 

Tags:

You Might also Like