Pemerintah Pastikan Indonesia Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Share
PENUTUR.COM — Pemerintah memastikan langkah pengamanan minyak mentah (crude) dari Rusia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, kesepakatan ini dicapai sebagai tindaklanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan kesepakatan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin, khususnya dalam kerja sama jangka panjang di sektor energi.
Ia menyebutkan bahwa komunikasi dengan pemerintah Rusia, termasuk dengan menteri energi Rusia dan utusan khusus Presiden Putin, menghasilkan perkembangan konkret.
“Hasil-hasil kesepakatan itu adalah menyangkut dengan kerjasama jangka panjang, khususnya di bidang energi,” kata Bahlil di Istana Merdeka, Kamis (16/4).
Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia akan memperoleh pasokan minyak mentah (crude) dari Rusia.
Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan BBM dalam negeri.
Pemerintah mencatat konsumsi BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkam produksi domestik (lifting) hanya berada di kisaran 600 hingga 610 ribu barel per hari.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Menurut Bahlil, dinamika global menuntut Indonesia untuk tidak bergantung pada satu sumber pasokan energi.
Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mencari alternatif dari berbagai negara guna memastikan ketahanan energi nasional.
“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara tapi di hampir semua negara,” ujar Bahlil.
Selain minyak mentah, pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan Rusia terkait pasokan LPG.
Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun.
Upaya diversifikasi sumber pasokan pun tengah dilakukan.
Saat ini, proses negosiasi dengan Rusia untuk komoditas tersebut masih memerlukan beberapa tahap lanjutan.
Bahlil menambahkan, Rusia juga siap berpartisipasi dalam pembangunan sejumlah infrastruktur strategis.
Di dalamnya termasuk pembangunan storage dan kilang minyak guna meningkatkan cadangan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.


