LOADING

Ketik di sini

Gaya Hidup

Suhu Udara di Arab Saudi Tinggi, Jemaah Haji Diminta Waspada Gangguan Heatstroke

Share

PENUTUR.COM — Suhu udara di Kota Madinah, Arab Saudi diprakirakan menyentuh angka 40 derajat Celcius pada Minggu (3/5) dengan tingkat kelembaban rendah mencapai 12 persen RH.

Kondisi cuaca ekstrem ini mendorong Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan rekomendasi medis ketat bagi jemaah haji Indonesia guna menghindari risiko kesehatan serius.

Data Early Warning System (EWS) dari Tim Sanitasi dan Food Security Daker Madinah Kementerian Haji dan Umrah RI, menunjukkan kecepatan angin rata-rata berada pada kisaran 10 kilometer per jam.

Mengantisipasi panas tersebut, jemaah lanjut usia dan pemilik komorbid disarankan untuk melaksanakan ibadah shalat zuhur serta ashar di hotel masing-masing.

Pihak otoritas juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti sandal, masker, payung, dan pelindung tubuh lainnya jika jemaah terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, jemaah diinstruksikan untuk mengonsumsi air zamzam atau air putih dan oralit secara berkala tanpa perlu menunggu munculnya rasa haus.

Dokter Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi memberikan peringatan mengenai potensi bahaya dari paparan panas matahari yang berlebihan di tanah suci.

Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi pusing, jantung berdebar, kulit kering yang terasa panas, hingga mual dan kram otot secara tiba-tiba.

“Kondisi panas di Arab Saudi jangan dianggap sepele, jika tidak waspada sejak awal tubuh bisa mengelami heatstroke atau sengatan panas,” kata Fathi di Madinah, Arab Saudi, Minggu (3/5).

Strategi pencegahan yang disarankan meliputi penggunaan topi lebar dan kacamata hitam, meskipun jemaah laki-laki dilarang memakai topi saat dalam keadaan ihram.

Dokter Fathi juga menyarankan teknik pendinginan saluran pernapasan dengan membasahi masker yang digunakan.

BACA JUGA  Ingat Warga Jakarta! Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Berlaku hingga Agustus 2025

“Jika terasa kering, semprotkan air ke wajah, ini membantu mendinginkan udara yang kita hirup masuk ke paru-paru,” kata dia.

Penambahan asupan mineral juga menjadi poin krusial dalam instruksi kesehatan tersebut.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang rentan terganggu akibat penguapan yang tinggi di tengah cuaca panas Madinah.

“Campurkan oralit ke dalam botol minum untuk mengganti garam tubuh yang hilang melalui penguapan,” ujarnya.

Sebagai langkah tambahan, jemaah diingatkan untuk menggunakan tabir surya setiap dua jam sekali dan dilarang keras melepas alas kaki saat berjalan di area terbuka.

Tindakan ini diperlukan untuk mencegah luka bakar pada telapak kaki akibat suhu permukaan jalan yang sangat tinggi.

 

Tags:

You Might also Like