LOADING

Ketik di sini

Peristiwa

Iran Sebut Perintah Trump Blokade Selat Hormuz Sebagai Tindakan Konyol

Share

PENUTUR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan blokade laut di Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran gagal.

Laksamana Muda Shahram Irani, Komandan Angkatan Laut Iran, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan sangat konyol dan menggelikan. Keputusan ini diambil pada Senin (13/4).

Keputusan Trump tersebut menyusul kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan.

Washington menyalahkan Iran atas kegagalan tersebut, dengan alasan penolakan negara tersebut untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

Militer AS menyatakan akan memulai blokade terhadap semua pelabuhan Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Iran mengatakan bahwa militer Iran memantau dengan cermat setiap pergerakan armada AS di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa para prajurit Angkatan Laut Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga telah menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada ancaman blokade tersebut.

Ghalibaf bahkan mengisyaratkan kesiapan Iran untuk melawan jika AS ngotot menjalankan blokade.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap Iran apabila perundingan nuklir gagal mencapai kesepakatan.

Inggris juga menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam blokade yang dilakukan AS terhadap Selat Hormuz.

Hal ini disampaikan pemerintah Inggris setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz usai gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh juru bicara pemerintah Inggris, dikutip dari Anadolu Agency.

Ancaman Trump itu muncul setelah berakhirnya gencatan senjata dua minggu antara AS-Israel dengan Iran yang disepakati sejak Selasa (7/4).

Gencatan senjata gagal menghentikan ketegangan yang ada. Gagalnya perundingan juga memicu kenaikan harga minyak dunia, dengan minyak mentah Brent naik lebih dari 7%.

BACA JUGA  Trump Ancam Kenakan Tambahan Tarif 10 Persen ke Negara Pendukung BRICS

“Ancaman presiden AS setelah kekalahan memalukan tentaranya dalam perang ketiga yang dipaksakan, yaitu blokade laut terhadap Iran, sangat konyol dan menggelikan,” kata Irani, sebagaimana dilansir Press TV.

Kondisi ini berpotensi memberikan dampak besar pada perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu saluran utama pengiriman minyak dunia.

 

Tags:

You Might also Like