LOADING

Ketik di sini

Hukum

Diteror Usai Kritik Pemerintah, UGM Siapkan Perlindungan untuk Tiyo Ardianto

Share

PENUTUR.COM — Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta resmi pasang badan buat Ketua BEM KM UGM 2025, Tiyo Ardianto.

Langkah ini diambil setelah aktivis mahasiswa tersebut mengaku mendapatkan rentetan teror digital hingga penguntitan fisik (stalking) yang mengancam keselamatannya.

Intimidasi ini diduga kuat terjadi sebagai buntut dari kritik vokal Tiyo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tiyo menyoroti isu kegagalan perlindungan anak, khususnya kasus viral siswa SD di NTT yang putus asa karena tidak mampu membeli kebutuhan sekolah.

Merespons situasi yang memanas, pimpinan UGM tidak tinggal diam.

Juru bicara UGM, I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa pihak kampus sudah menjalin komunikasi intens dengan Tiyo untuk memastikan kondisinya tetap aman.

“Pimpinan UGM menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melaksanakan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan,” ungkap I Made Andi Arsana yang dilansir Jumat, (20/2).

Pihak universitas menegaskan bahwa perlindungan terhadap mahasiswa adalah harga mati.

Menurut Made Andi, kampus memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga seluruh sivitas akademika dari segala bentuk ancaman yang mencoba membungkam kebebasan berpendapat.

Bagi UGM, teror yang menimpa Tiyo bukan sekadar masalah personal, melainkan ancaman terhadap institusi dan konstitusi yang menjamin kemerdekaan berekspresi di lingkungan akademik.

Sebelumnya, Tiyo melaporkan adanya tekanan luar biasa yang ia alami. Selain serangan di ruang siber, ia juga mengaku dibuntuti oleh orang tidak dikenal di dunia nyata.

Pola intimidasi ini mulai kencang setelah Tiyo menyuarakan kekecewaannya atas nasib anak-anak di daerah pelosok yang hak dasarnya belum terjamin sepenuhnya oleh negara.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terutama di kalangan aktivis, yang menuntut negara tetap menjamin ruang demokrasi tanpa perlu ada aksi teror terhadap mereka yang bersuara kritis.

BACA JUGA  Gempa Berkekuatan M 4,8 Guncang Pasaman Barat, Sumbar
Tags: