LOADING

Ketik di sini

Gaya Hidup

Viral! Fenomena Demam Emas di Sungai Eufrat, Benarkah Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Share

PENUTUR.COM — Fenomena tak biasa terjadi di pedesaan Raqqa, Suriah. Puluhan warga mendadak menyerbu tepian Sungai Eufrat, menggali tanah dengan harapan menemukan emas mentah.

Aksi gali emas ini bermula sejak akhir Juli lalu, saat permukaan sungai yang surut memperlihatkan gundukan tanah berkilau yang diduga emas.

Apa yang awalnya hanya rasa penasaran segelintir orang, kini seperti “demam emas”. Tenda-tenda darurat bermunculan di sepanjang tepi sungai.

Warga membawa sekop dan alat gali seadanya, menggali siang dan malam tanpa henti.

Banyak yang penasaran apakah benar ada emas di sana, dan tak sedikit yang mengaitkannya dengan ramalan akhir zaman dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Geolog Khaled al-Shammari angkat suara. Ia menegaskan bahwa meski endapan mineral memang bisa muncul di sekitar Sungai Eufrat, tanah berkilau belum tentu menandakan keberadaan emas.

“Cuma analisis geologi yang bisa memastikan ada tidaknya emas atau mineral berharga lain,” kata Khaled, dikutip Shafaq News, Rabu (6/8).

Ramainya aktivitas ini turut memunculkan kembali diskusi soal salah satu hadis riwayat Muslim berikut ini.

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

Artinya, “Kiamat tidak akan terjadi sampai al-furat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat,” (HR Muslim).

Ulama Asaad al-Hamdani membenarkan bahwa hadis itu sahih dalam tradisi Sunni. Namun ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa mengaitkan peristiwa ini dengan akhir zaman.

BACA JUGA  Kejutan, Al Hilal Singkirkan Manchester City dari Ajang Piala Dunia Antarklub 2025

“Perlu pemahaman mendalam sebelum menjadikan peristiwa seperti ini sebagai penafsiran hadis secara harfiah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Sungai Eufrat sendiri mengalir dari Turki, melewati Suriah dan Irak. Sejak ribuan tahun silam, sungai ini jadi nadi kehidupan bagi pertanian, perdagangan, dan pemukiman kuno.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir, airnya terus menyusut drastis akibat pembangunan bendungan dan kekeringan berkepanjangan.

 

Tags:

You Might also Like