LOADING

Ketik di sini

Politik

Transformasi Projo, Hilangkan Foto Jokowi Merapat ke Partai Gerindra

Share

PENUTUR.COM — Projo, organisasi relawan Jokowi, melakukan transformasi setelah Jokowi purna tugas sebagai Presiden ke-7 Indonesia.

Menariknya, transformasi yang dilakukan Projo secara perlahan seperti ingin menghilangkan kesan Jokowi di tubuh organisasi.

Ini tampak dari beberapa langkah yang akan dilakukan Projo melalui Kongres III yang digelar Sabtu dan Minggu, 1 sampai 2 November 2025.

Di dalam kongres, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan, setelah 10 tahun bersama Jokowi, Projo memiliki tantangan baru bersama pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kita harus mentransformasikan Projo. Karena tugas Projo tadi sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode dan kita saat ini menghadapi tantangan baru.

Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya. Sehingga kita harus betul-betul persatuan nasional ini menjadi penting,” katanya.

Projo sendiri sudah tegas berada di barisan pendukung pemerintahan Prabowo.

Bahkan Budi Arie secara pribadi sudah menyampaikan niat untuk bergabung ke Partai Gerindra pimpinan Prabowo. Namun, secara organisasi Budi menyebut hal itu perlu menjadi kesepakatan bersama Projo.

“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” ungkapnya saat membuka kongres.

Transformasi juga dilakukan Projo dengan rencana mengubah logo. Selama ini logo Projo adalah gambar siluet wajah Jokowi.

Budi beralasan rencana mengubah logo untuk menghindari anggapan pengkultusan terhadap individu.

“Projo akan melakukan transformasi organisasi. Yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo, yang nanti akan kita putuskan di Kongres III ini. Logo Projo akan kita ubah, supaya tidak terkesan kultus individu,” jelasnya.

Lebih dari itu eks Menteri Koperasi ini juga mengaku bahwa Projo bukan akronim dari Pro Jokowi. Budi menyebut media yang mengaitkan Projo dengan sebutan Pro Jokowi. Menurutnya nama Projo diambil dari bahasa Sansekerta.

BACA JUGA  Siap-siap! Alokasi Subsidi BBM Bakal Dipangkas Demi Danai Program Makan Siang Gratis

“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sansekerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” beber Budi Arie.

Pada pembukaan kongres tersebut hadir Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sementara itu Presiden ke-7 RI Joko Widodo berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Presiden Prabowo juga absen karena masih menghadiri KTT APEC di Korea.

 

Tags:

You Might also Like