Tolak Aksi Pemerasan, Ayah Pengantin di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman
Share
PENUTUR.COM — Suasana bahagia di sebuah acara pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi memilukan.
Dadang (58), sang tuan rumah hajatan, tewas mengenaskan setelah dikeroyok oleh sekelompok preman pada Sabtu (4/4) sore.
Insiden ini bermula ketika sekelompok orang mendatangi korban dan meminta uang sebesar Rp 500 ribu dengan alasan untuk membeli minuman keras.
Penolakan korban memicu amarah para pelaku yang diduga dalam kondisi mabuk.
Mereka mengejar korban hingga ke luar tenda pelaminan dan melakukan penganiayaan secara membabi buta.
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengonfirmasi bahwa pihak Satreskrim tengah bergerak cepat mengejar para pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang.
Hingga saat ini, satu pelaku berinisial KR (34) telah menyerahkan diri ke Mapolres Purwakarta.
“Satreskrim Polres Purwakarta sedang mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk membuat terang perkara tragis ini. Sangat disayangkan, di tengah kebahagiaan hajatan justru terjadi peristiwa seperti ini,” ujar Enjang, Minggu (5/4).
Barang Bukti Bambu Diamankan Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polisi mengamankan sebilah bambu yang diduga digunakan pelaku untuk menghantam kepala korban.
Benturan keras tersebut menyebabkan korban langsung tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
“Kami menemukan belahan bambu yang dipukulkan ke arah kepala korban hingga menyebabkan beliau tidak sadarkan diri.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Untuk penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil autopsi,” tambah Enjang.
Polisi optimis dapat mengidentifikasi dan menangkap sisa anggota kelompok preman tersebut dalam waktu dekat.
Identitas para pelaku lainnya kini telah dikantongi oleh tim penyidik.
Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat.
Korban yang seharusnya merayakan hari bahagia sang putri, justru harus meregang nyawa akibat aksi premanisme yang brutal.
Pihak kepolisian mengimbau pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur.


