LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Tak Kuat Bersaing, Pusat Perbelanjaan Grand Mall Bekasi Tutup Permanen

Share

PENUTUR.COM — Palah satu pusat perbelanjaan Grand Mall Bekasi, yang berada di kawasan Kranji, resmi ditutup secara permanen sejak awal tahun 2025.

Mall yang pernah menjadi ikon Kota Bekasi itu kini tinggal kenangan, setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.

Grand Mall Bekasi, yang berdiri sejak awal tahun 2000-an, sempat menjadi destinasi favorit bagi warga Bekasi dan sekitarnya.

Pusat perbelanjaan ini dikenal karena lokasinya yang strategis, tenant lengkap, serta suasana yang familier bagi keluarga.

Mal terdiri dari sekitar 5 lantai dengan 2 lantai basement untuk parkir.

Lokasinya terbilang sangat strategis karena dekat pertigaan Kranji dan stasiun kereta api Kranji yang membuatnya mudah diakses.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Grand Mall semakin sepi.

Persaingan ketat dengan pusat perbelanjaan baru seperti Summarecon Mall Bekasi, Bekasi Junction, dan Lagoon Avenue membuat pengunjung beralih.

“Grand Mall Bekasi tercatat dalam daftar anggota Lippo Malls Indonesia,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, Minggu (12/10).

Grup Lippo sendiri adalah konglomerasi bisnis milik konglomerat ternama Mochtar Riady.

Kini bisnis Lippo banyak dialihkan ke generasi kedua keluarga, salah satunya ke sang anak James Riady.

Berdasarkan situs resmi Lippo Malls Indonesia, secara keseluruhan Grand Mall Bekasi memiliki luas atau GFA (gross floor area) 47.667 meter persegi.

Sementara luas lahan yang benar-benar bisa digunakan untuk aktivitas bisnis pusat perbelanjaan alias NFA (net floor area) seluas 28.699 meter persegi.

Alphonzus menerangkan, bahwa pusat perbelanjaan tersebut tidak bisa bersaing dengan pusat perbelanjaan lainnya, sehingga kini tinggalkan pengunjungnya.

“Pusat Perbelanjaan lama yang tinggal diam saja ataupun tidak berbuat sesuatu maka tentunya tidak akan menarik lagi bagi masyarakat atau dengan kata lain akan kalah bersaing yang pada akhirnya akan ditinggalkan oleh para pelanggan dan berujung akan ditinggalkan oleh para penyewa ataupun toko-tokonya,” terang dia.

BACA JUGA  Lancarkan Operasi Senyap, Pasukan TNI Tewaskan 18 Anggota OPM di Intan Jaya

 

Tags: