LOADING

Ketik di sini

Teknologi

OpenAI Resmi Tutup Aplikasi Video Sora, Akhiri Kesepakatan Investasi Disney

Share

PENUTUR.COM — Belum genap satu tahun sejak debutnya yang menghebohkan industri film dan kreatif, OpenAI secara resmi mengumumkan penutupan aplikasi video AI andalan mereka, Sora.

Keputusan ini dinilai sangat mendadak, mengingat Sora sempat digadang-gadang sebagai masa depan sinematografi digital yang akan mengubah cara memproduksi konten visual selamanya.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyampaikan pesan perpisahan yang emosional.

“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang telah berkreasi dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya, terima kasih,” tulis perusahaan tersebut dikutip dari laman The Hollywood Reporter pada Rabu (25/3).

Mereka juga menyadari bahwa langkah ini akan memicu kekecewaan besar di kalangan pengguna setianya.

“Apa yang Anda buat dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu berita ini mengecewakan. Kami akan segera membagikan lebih banyak informasi, termasuk lini masa untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara melestarikan karya Anda,” kata OpenAI.

Penutupan Sora disebut membawa efek domino yang cukup besar, terutama bagi raksasa hiburan Disney.

Sebuah sumber yang memahami masalah ini mengungkapkan bahwa Disney kini menarik diri dari kesepakatan besar yang mereka tanda tangani dengan OpenAI tahun lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, Disney awalnya berjanji untuk menginvestasikan dana fantastis senilai 1 miliar dolar AS ke OpenAI dan setuju untuk melisensikan beberapa karakter ikonik mereka untuk digunakan di platform Sora.

Rencananya, teknologi ini bahkan akan diintegrasikan langsung ke dalam layanan Disney+ untuk memberikan pengalaman baru bagi para penggemar.

Namun, seiring dengan ditutupnya Sora, kerja sama tersebut kini dinyatakan mati.

Meskipun tidak sepenuhnya keluar dari bisnis video AI karena fitur video tetap menjadi bagian dari alat yang terintegrasi dalam aplikasi ChatGPT, tampaknya aplikasi Sora yang berdiri sendiri harus menjadi korban dari ambisi perusahaan yang terus berevolusi.

BACA JUGA  Gempa Berkekuatan M 4,8 Guncang Pasaman Barat, Sumbar

Kini, dengan ditutupnya aplikasi ini, Sora tampaknya akan berakhir hanya sebagai catatan kaki dalam sejarah teknologi, alih-alih menjadi perangkat lunak yang mengubah permainan secara permanen.

Kondisi ini secara otomatis menempatkan Google dalam posisi yang sangat kuat dalam persaingan pembuatan video AI.

Saat ini, Google praktis menjadi satu-satunya pemain besar yang memiliki skala luas di ruang ini.

Meskipun begitu, Google sendiri belum menandatangani kesepakatan apa pun dengan pemegang hak kekayaan intelektual dan justru tengah menghadapi sejumlah tuntutan hukum dari beberapa pihak terkait hak cipta.

 

Tags: