LOADING

Ketik di sini

Peristiwa

Mojtaba Khamenei Resmi Ditetapkan Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Share

PENUTUR.COM — Majelis Ahli Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) baru Iran pada Senin (9/3).

Penunjukan ini dilakukan menyusul wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.

Mojtaba kini menjadi tokoh ketiga yang menduduki puncak kekuasaan absolut sejak Revolusi Islam 1979.

Media pemerintah melaporkan bahwa penetapan ini merupakan hasil mufakat dari 88 anggota Majelis Ahli yang terdiri dari ulama dan pakar agama senior.

Mengutip dari Antara, Mojtaba lahir di Mashhad pada 8 September 1969. Sebagai putra kedua Ali Khamenei, ia tumbuh besar di pusat pusaran politik Iran.

Transisi kepemimpinan ini terjadi di saat Mojtaba tengah menghadapi duka mendalam.

Istri, ibu, serta sejumlah anggota keluarga besarnya dilaporkan gugur dalam serangan udara yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran pada 28 Februari.

Meski diliputi tragedi pribadi, korps elit Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terbuka telah menyatakan dukungan penuhnya.

Mojtaba diprediksi akan melanjutkan garis kebijakan ayahnya, terutama dalam mempertahankan sikap konfrontatif terhadap AS dan melanjutkan program nuklir Iran.

Suksesi ini berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman militer yang nyata.

Tak lama setelah penunjukan tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan peringatan keras melalui platform X.

Ia menegaskan siapapun pemimpin Iran yang meneruskan agenda penghancuran Israel akan menjadi target pembunuhan.

”Setiap pemimpin yang dipilih rezim Iran untuk mengancam dunia bebas dan menindas rakyatnya akan menjadi target pasti, di mana pun ia bersembunyi,” tegas Katz.

Sebagai Pemimpin Tertinggi, Mojtaba kini memegang kendali tertinggi atas lembaga yudikatif, legislatif, dan administratif di Iran.

BACA JUGA  PPATK Sebut Lebih dari 1.000 Anggota Legislatif Terlibat Judi Online

Posisi ini menempatkannya sebagai pengambil keputusan final dalam urusan luar negeri dan strategi militer negara Teluk tersebut

 

Tags:

You Might also Like