LOADING

Ketik di sini

Olahraga

Lakukan Tendangan Kungfu, Hilmi Diganjar Larangan Bermain Seumur Hidup dari PSSI

Share

PENUTUR.COM — Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar.

Diketahui Hilmi melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Jatim.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, mengatakan sanksi berat diberikan setelah pemeriksaan dan penilaian bahwa tindakan Hilmi termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.

“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” ujar Makin, Selasa (6/1) dilansir dari Antara.

Insiden terjadi saat pertandingan babak 32 besar Grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 antara PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Senin (5/1).

Dalam putusannya, Komdis menyatakan Hilmi terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI karena menendang Firman Nugraha Ardhiansyah.

Akibatnya, Firman mengalami luka parah pada bagian dada hingga retak tulang rusuk.

PSSI Jatim juga memberi hukuman selain larangan beraktivitas di dunia sepakbola nasional seumur hidup.

Hilmi harus membayar denda Rp 2,5 juta sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.

Makin menekankan, keputusan ini bertujuan tidak hanya memberi efek jera kepada pelaku.

Selain itu juga menjadi pelajaran bagi seluruh pemain agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain,” ucapnya.

Ia menyebut keputusan tersebut masih terbuka untuk upaya banding sesuai aturan Kode Disiplin PSSI.

BACA JUGA  MU Dibekuk Bournemouth 3-0, Erik ten Hag Catatkan Rekor Terburuk Kekalahan di Kandang

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, karena sepak bola adalah olahraga, bukan ajang perkelahian.

“Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri,” katanya.

 

Tags:

You Might also Like