Kembangkan AI, Meta Bakal PHK 1.500 Karyawan
Share
PENUTUR.COM — Meta kembali melakukan PHK terhadap sekitar 1.500 karyawannya, terutama di divisi Reality Labs.
Dalam pernyataannya, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pergeseran strategi bisnis perusahaan yang kini lebih memprioritaskan pengembangan perangkat wearable, mobile, dan kecerdasan buatan (AI).
Pemangkasan ini pertama kali dilaporkan Bloomberg dan The New York Times, sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak Meta kepada Fast Company pada Selasa (13/1) waktu setempat.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa hingga 10 persen posisi di divisi Reality Labs akan dihapus.
Mengingat divisi ini mempekerjakan sekitar 15.000 orang, jumlah karyawan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang.
CTO Meta Andrew Bosworth juga menyampaikan pesan internal kepada seluruh karyawan Reality Labs dan menjadwalkan pertemuan pada Rabu pekan ini.
Dalam memo tersebut, Bosworth menyinggung langsung rencana pemangkasan sekitar 10 persen tenaga kerja di unit yang selama ini menjadi tulang punggung pengembangan metaverse Meta.
Kebijakan efisiensi tenaga kerja ini disebut sebagai bagian dari strategi realokasi sumber daya.
Bosworth turut menguatkan pernyataan tersebut dalam memo internal yang sama.
Ia menyebut pengembangan teknologi virtual dan augmented reality kini tidak lagi menjadi prioritas utama, dengan fokus yang bergeser ke pengalaman berbasis perangkat mobile yang memiliki potensi adopsi lebih luas.
“Dengan potensi basis pengguna yang lebih besar dan tingkat pertumbuhan tercepat saat ini, kami mengalihkan tim dan sumber daya hampir sepenuhnya ke mobile untuk terus mempercepat adopsi di sana,” tulis Bosworth.
Meski demikian, Meta menegaskan tidak sepenuhnya menghentikan pengembangan perangkat virtual reality.
Menurut Bosworth, unit VR tetap akan berjalan, namun dalam struktur organisasi yang lebih ramping, dengan peta jalan produk yang lebih sempit dan fokus pada keberlanjutan jangka panjang.


