Kantor Polisi di Mandailing Natal Dibakar Massa Imbas Bandar Narkoba Dilepas Polisi
Share
PENUTUR.COM — Api kemarahan warga di Mandailing Natal berubah menjadi api sungguhan.
Kantor polisi di Muara Batang Gadis, Sumatera Utara, hangus dibakar massa setelah kabar seorang terduga bandar narkoba yang sebelumnya diamankan, tiba-tiba menghilang.
Di tengah keresahan panjang akibat peredaran narkoba di desa mereka, masyarakat merasa seperti kehilangan pegangan—dan ketika harapan hilang, yang tersisa hanyalah amarah.
Semua berawal dari sweeping warga Desa Singkuang I dan Singkuang II, mayoritas ibu rumah tangga, yang nekat mendatangi sebuah rumah yang dicurigai sebagai sarang narkoba.
Mereka menemukan plastik-plastik kecil yang diduga bekas kemasan narkoba.
Bukan barang bukti besar, tapi cukup untuk menegaskan keresahan yang selama ini mereka simpan: narkoba merusak hidup dan masa depan anak-anak mereka.
Polisi kemudian mengamankan sosok yang diduga bandar untuk diperiksa lebih jauh.
Namun sebelum pertemuan antara warga dan terduga pelaku digelar, kabar buruk datang: pria itu melarikan diri.
Bagi warga yang sudah lama menahan kecewa, kepergian itu terasa seperti pengkhianatan.
Mereka curiga terduga dilepas oleh oknum polisi, meski pihak kepolisian menegaskan pelarian ini murni kabur dari Mapolsek.
Berita simpang siur menyulut emosi. Massa menyerang, melempar, lalu membakar. Sebuah mobil dinas, lima sepeda motor, dan ruangan kantor ludes dalam kobaran.
Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, menjelaskan tak ada pelepasan terduga pelaku, dan kini polisi masih melakukan pengejaran.
Ia menyebut hoaks menjadi pemicu terbesar kerusuhan ini.
Tidak ada korban jiwa, tapi luka sosialnya terasa jelas: kepercayaan yang retak, rasa aman yang hilang, dan jarak yang semakin renggang antara warga dan aparat.


