Jelang Hari Kemerdekaan Viral Ajakan Kibarkan Bendera One Piece, Apa Maknanya?
Share
PENUTUR.COM — Peringatan HUT RI ke-80 tinggal menghitung pekan. Menjelang peringatan tersebut, media sosial diramaikan dengan gerakan untuk mengibarkan bendera topi jerami di anime One Piece, bukan merah putih.
Ajakan kibarkan bendera one piece muncul di Instagram dan X. Salah ajakan itu diunggah akun Instagram, &aliansimahasiswapenggugat, Rabu (30/7) malam WIB.
Sebenarnya makna bendera one piece berasal dari gambar topi jerami yang merupakan milik kelompok bajak laut pimpinan Monkey D Luffy di anime One Piece.
Bendera dengan gambar tengkorak yang menggunakan topi jerami tersebut memang memiliki arti yang kuat.
Di serial One Piece, Luffy dan kawan-kawan merupakan tokoh protagonis, meski berstatus bajak laut. Mereka sering menolong masyarakat dari kekacauan yang diciptakan pemerintah.
“Bendera Merah Putih terlalu suci untuk dikibarkan di negeri yang kotor ini. Kibarkan Jolly Rogermu sekarang, Nakama!” tulis akun tersebut.
Dalam unggahan tersebut, @aliansimahasiswapenggugat menulis seruan “Darurat Tenryubito” dan ajakan untuk segera mengibarkan topi jerami, yang kental dengan revolusi.
Istilah Tenryubito sendiri diambil dari tokoh antagonis di One Piece, yakni para bangsawan dunia yang kerap digambarkan semena-mena dan menindas rakyat kecil.
Ajakan kibarkan bendera One Piece disinyalir sebagai bentuk kritik sosial terhadap kondisi politik dan pemerintahan di Indonesia saat ini.
Dengan menggunakan simbol bendera topi jerami, gerakan ini mencoba menyampaikan pesan rakyat melawan ketidakadilan, mirip seperti yang dilakukan Luffy dan kru dalam serial tersebut.
Di sisi lain, pemerintah akan menggelar peringatan HUT RI ke-80 di Jakarta. Tahun sebelumnya, yakni ketika HUT RI ke-79, peringatan itu digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengatakan keputusan tersebut diambil karena pemerintah masih berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan gedung di IKN.
“Upacara detik-detik proklamasi digelar di Jakarta. Di IKN sedang dalam proses pembangunan. Jadi kami konsentrasi pembangunan,” ujar Juri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7) lalu.


