LOADING

Ketik di sini

Gaya Hidup

Dijual Sejak 1973, Ayam Goreng Widuran Solo Ternyata Produk Non Halal

Share

PENUTUR.COM — Rumah Makan Ayam Goreng Widuran yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Solo, tengah menjadi sorotan dan perbincangan hangat di media sosial. Tempat makan ini telah beroperasi sejak 1973.

Sebelumnya, rumah makan ini dikenal luas sebagai salah satu ikon kuliner legendaris Kota Solo, namun tiba-tiba menuai kontroversi setelah publik mengetahui bahwa mereka menyajikan produk non-halal tanpa adanya informasi yang jelas dan terbuka sebelumnya.

Ramainya perbincangan ini dipicu oleh ulasan Google Review yang menyebutkan bahwa rumah makan tersebut menjual produk berbahan dasar babi.

Beberapa pembeli merasa dikecewakan karena tidak ada satu pun tanda, informasi, ataupun pemberitahuan dari pihak rumah makan bahwa beberapa menu mereka adalah non-halal.

Puncak kekecewaan ini membuat sejumlah unggahan viral di media sosial, terutama di TikTok, Twitter/X, dan Instagram. Warganet pun ramai-ramai menyayangkan kurangnya transparansi dari pihak rumah makan yang selama ini sudah menjadi favorit lintas generasi di Solo.

Merespons kehebohan tersebut, manajemen Ayam Goreng Widuran akhirnya angkat bicara melalui keterangan tertulis di akun Instagram resmi mereka yang diunggah pada Jumat (23/5).

Pihak rumah makan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengakui bahwa mereka baru memasang pengumuman soal status non-halal setelah masalah i, ni viral di dunia maya.

“Reklame sudah ada. Di IG sudah ada. Baru ada (karena) yang viral ini,” ujar salah satu karyawan.

Kini, pihak rumah makan telah memasang spanduk besar bertuliskan “Non-Halal” di depan rumah makan, memberikan informasi serupa di etalase makanan, serta memperbarui keterangan di media sosial dan platform Google Maps.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pelaku usaha kuliner, khususnya di kota-kota dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Solo, untuk lebih mengedepankan transparansi dan etika dalam berjualan.

BACA JUGA  Kenali Tahilalat yang Berpotensi Menjadi Kanker Kulit

Kepercayaan konsumen bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kejujuran dalam informasi produk yang dikonsumsi masyarakat.

 

Tags: