LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Bos Danantara Ungkap Alasan Pilih Opsi Merger Garuda Indonesia-Pelita Air

Share

PENUTUR.COM — CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap saat ini progres merger dari Garuda Indonesia dengan Pelita Air masih dikaji.

Langkah tersebut juga dilakukan sebagai upaya memperkuat iklim bisnis di sektor penerbangan sekaligus memastikan pengelolaan bisnis lebih efisien.

“Ya intinya kan untuk supaya lebih efisien, lebih meningkatkan produktivitas, dan juga mengoptimalkan aset-aset yang ada, baik dari segi jam terbangnya dan pesawat, dan lain-lain. Lagi dievaluasi semua,” kata Rosan ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (16/9).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga turut berkomentar mengenai rencana itu.

Menurutnya, jika nantinya hal tersebut menjadi hasil dari kajian Danantara, maka ia akan mendukung penggabungan tersebut.

“Dan kita prinsipnya mendukung apa yang akan dilakukan Danantara, tapi prosesnya ujungnya di kami,” kata Erick, Senin, (15/9).

“Tapi yang penting proses daripada kajian, benchmarking semuanya kan bukan di kami lagi,” tambahnya.

Meski proses kajian tak lagi dilakukan oleh Kementerian BUMN, Erick menuturkan pada ujungnya, persetujuan mengenai penggabungan dua maskapai tersebut ada di Kementerian BUMN.

“Kami dari Kementerian BUMN ikutin, nanti policy yang akan dilakukan Danantara. Kalau kami kan cuma approval ujungnya saja,” ujarnya.

Selain Pelita Air, PT Pertamina (Persero) juga berencana menggabungkan tiga anak usahanya, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

BACA JUGA  Beredar Rumor Shin Tae-yong Bakal Dipecat, Unggahan Exco PSSI Beri Indikasi
Tags:

You Might also Like