LOADING

Ketik di sini

Peristiwa

Bencana Banjir dan Longsor Hantam Sumbar, 23 Orang Dilaporkan Tewas

Share

PENUTUR.COM — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan bahwa per Jumat, terdapat 23 korban jiwa, 12 orang hilang, dan 4 orang terluka akibat bencana di Sumatera Barat.

Selain itu, sebanyak 3.900 kepala keluarga (KK) juga mengungsi.

Suharyanto menjelaskan, bahwa dua daerah yang terdampak paling parah di Sumatera Barat adalah Kota Solok dan Padang.

“Dari 3.900 KK ini, pengungsi terbanyak berada di Padang Pariaman, sekitar 3.208 KK, dan di Kota Solok sekitar 600 KK,” ujar Suharyanto, di Jakarta, Jumat (28/11).

Dibandingkan dengan dua provinsi terdampak lainnya, yakni Sumatera Utara dan Aceh, skala bencana di Sumatera Barat relatif lebih ringan.

Menurutnya, yang terdampak paling parah adalah Sumatera Utara, terutama Tapanuli Tengah.

“Sama dengan di Sumatera Utara dan Aceh, ada beberapa jalur transportasi yang masih perlu diperbaiki atau disambung kembali,” tambah Suharyanto.

Di Sumatera Barat, terdapat lima jembatan yang rusak dan sejumlah titik longsor.

“Untuk jalur komunikasi, relatif lebih baik dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara. Rata-rata komunikasi HP dan internet di Sumatera Barat masih berfungsi dengan cukup baik. Namun tetap, kami melakukan mekanisme komunikasi darurat melalui Starlink,” jelasnya.

Suharyanto menambahkan, bantuan logistik seperti sembako, alat kebersihan, kasur lipat, dan makanan siap saji sudah didistribusikan dalam jumlah memadai.

“Khusus Sumatera Barat, bantuan dari Presiden Prabowo sudah diterima, berupa alat komunikasi Starlink, 18 genset, 30 LCR, tenda, dan makanan siap saji,” katanya.

Ia memastikan bahwa bantuan akan terus disalurkan dan menegaskan bahwa BNPB akan memberikan informasi secara berkala terkait penanggulangan bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

BACA JUGA  Bus Angkut Jamaah Umrah Indonesia Terbalik dan Terbakar, Enam Orang Tewas
Tags:

You Might also Like