Anggap Grok AI Memalukan, PM Inggris Ancam Blokir X
Share
PENUTUR.COM — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meningkatkan ancamannya terhadap platform X milik Elon Musk pada awal pekan ini.
Starmer berjanji akan menegakkan regulasi yang melarang aktivitas manipulasi gambar pornografi oleh AI Genartor tanpa persetujuan mereka.
Dirnya menyebut konten yang dihasilkan oleh Grok sebagai “menjijikan dan memalukan.”
Mulai minggu ini, pemerintah akan menegakkan pelanggaran yang ditetapkan dalam Data Act tahun lalu, yang menjadikan pembuatan gambar sensual orang tanpa persetujuan sebagai tindakan ilegal.
“Jika X tidak dapat mengendalikan Grok, kami akan melakukannya — dan kami akan melakukannya dengan cepat karena jika Anda meraup keuntungan dari kekerasan dan pelecehan, Anda kehilangan hak untuk mengatur diri sendiri,” ujar Starmer di hadapan anggota Parlemen.
Starmer menuduh X melindungi “pengguna yang menyalahgunakan” daripada perempuan dan anak-anak yang gambarnya dieksploitasi, menggambarkannya sebagai “distorsi total prioritas.”
Pada Senin pagi, Inggris bergabung dengan semakin banyak pemerintah di seluruh dunia yang mengambil tindakan terhadap perusahaan tersebut.
Pasalnya, mereka menghasilkan ribuan gambar seksualisasi perempuan dan anak-anak dalam beberapa minggu terakhir.
Penindakan ini bukan tentang membatasi kebebasan berbicara, tapi menjaga nilai-nilai Inggris dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, menurut menteri tersebut.
Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus berpartisipasi di X sebagai alat untuk menjangkau 19 juta pengguna di Inggris, tetapi memahami seruan dari beberapa anggota Parlemen Partai Buruh untuk menarik diri dari platform tersebut.
Starmet tetap menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau partisipasinya.


