Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS – Israel, Iran Siap Beri Pembalasan
Share
PENUTUR.COM — Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3) memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Setelah pengumuman resmi kematian Khamenei, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyampaikan belasungkawa sekaligus pernyataan sikap keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Dalam laporan Tasnim News Agency, IRGC menyebut wafatnya Ayatollah Khamenei sebagai kemartiran di jalan Islam dan Iran.
IRGC menilai peristiwa tersebut justru memperkuat tekad bangsa Iran untuk melanjutkan perjuangan.
“IRGC menekankan bahwa kemartiran tersebut akan memperkuat tekad bangsa Iran untuk mengikuti jalan Imam Khamenei,” demikian pernyataan resmi yang dikutip, Minggu (1/3).
IRGC juga menyatakan Angkatan Bersenjata Iran telah merespons serangan Amerika Serikat dan Israel dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.
“Angkatan Bersenjata Iran telah menanggapi agresi AS-Israel dengan melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke wilayah yang diduduki Israel dan pangkalan Amerika di kawasan tersebut,” tegasnya.
Dalam pernyataan lanjutan, IRGC menyebut tindakan Amerika Serikat dan Israel sebagai pelanggaran terhadap prinsip agama, moral, dan hukum internasional.
Mereka juga bersumpah akan memberikan pembalasan yang keras.
Sementara itu, Kabinet Menteri Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam tersebut.
IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi dan pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.
Situasi ini diperkirakan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan serta ekonomi global.


