Fenomena Double Purnama Bakal Terlihat di Bulan Mei 2026
Share
PENUTUR.COM — Fenomena astronomi langka akan menghiasi langit sepanjang Mei 2026 dengan kemunculan dua bulan purnama sekaligus, dimulai dengan Flower Moon yang mencapai iluminasi puncak 100 persen pada Jumat, 1 Mei 2026.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan bahwa seluruh permukaan bulan akan terlihat terang benderang pada malam ini.
Pengamat dapat melihat kawah Mare Serenitatis hingga Tycho tanpa alat bantu visual.
Kondisi ini menandai awal dari serangkaian peristiwa langit yang mencakup hujan meteor Eta Aquarids, konjungsi planet, hingga penampakan pusat galaksi Bima Sakti yang lebih jelas di belahan bumi utara.
NASA menyebut bulan membutuhkan waktu 29,5 hari untuk menyelesaikan satu siklus fase.
Puncak hujan meteor Eta Aquarids dijadwalkan terjadi pada malam tanggal 5 hingga 6 Mei 2026.
Meski bulan cembung yang memudar berpotensi menyamarkan cahaya meteor, pengamat di langit gelap tetap dapat melihat sisa jejak cahaya yang terang sebelum fajar menyingsing.
Pada pertengahan bulan, tepatnya 12 dan 13 Mei, Mars, Saturnus, dan bulan sabit akan membentuk barisan sejajar di ufuk timur sebelum matahari terbit.
Formasi ini akan berubah menjadi bentuk piramida pada 14 Mei saat posisi bulan bergeser.
Pusat galaksi Bima Sakti diprediksi akan terlihat paling memukau di sekitar malam 16 Mei saat fase bulan baru memberikan kegelapan total.
Fenomena ini menjadi momentum terbaik untuk memotret inti galaksi yang mulai terbit sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Bulan Mei 2026 akan ditutup dengan peristiwa Blue Moon atau bulan biru pada 31 Mei, yang merupakan istilah untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Fenomena ini umumnya hanya terjadi sekali setiap dua hingga tiga tahun.
Lembaga NASA menjelaskan bahwa penamaan Blue Moon tidak berarti warna bulan akan berubah menjadi biru.
Satelit alami bumi tersebut tetap akan tampak kekuningan saat berada di dekat cakrawala, kecuali jika terdapat partikel debu vulkanik di atmosfer.


