Viral! Tumbler Milik Penumpang Hilang di KRL, Petugas KAI Dikabarkan Dipecat
Share
PENUTUR.COM — Kasus viral hilangnya tumbler merek TUKU milik seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi berbuntut panjang.
Pasalnya sampai menyeret nama seorang petugas keamanan KAI Commuter.
Peristiwa bermula pada Senin malam, ketika Anita pulang kerja menggunakan Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung.
Ia turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB dan baru menyadari bahwa sebuah cooler bag miliknya tertinggal di bagasi gerbong khusus perempuan.
Ia kemudian melapor kepada petugas keamanan di stasiun tersebut dan diminta menunggu informasi lanjutan setelah barang ditemukan.
Tak selang lama, cooler bag tersebut berhasil ditemukan oleh petugas walka petugas keamanan yang bertugas di dalam kereta dan difoto sebagai bukti.
Cooler bag itu lalu diserahkan kepada petugas jaga gate di stasiun tujuan kereta.
Pada saat serah terima, kondisi stasiun sedang ramai sehingga petugas hanya memotret proses penyerahan tanpa membuka isi tas.
Tas kemudian dibawa ke ruang PS, diletakkan di meja, dan menjelang akhir dinas petugas baru menyadari bahwa tas tersebut sudah disimpan dalam lemari penyimpanan barang yang terkunci.
Keesokan harinya, Anita mendatangi Stasiun Rangkasbitung untuk mengambil cooler bag tersebut bersama suaminya.
Ia menerima barang itu dalam keadaan utuh bagian luar, namun saat dibuka, satu barang dinyatakan hilang yakni tumbler TUKU kesayangannya.
Saat dikonfirmasi, petugas PS menyatakan bahwa isi tas memang tidak dicek saat penerimaan barang karena proses serah terima berlangsung cepat di tengah keramaian penumpang. Pengecekan ulang di ruangan walka pun tidak membuahkan hasil.
Semua berawal dari unggahan Anita di Threads yang mengungkapkan kekecewaannya atas hilangnya tumbler tersebut.
Keluhannya menyebut adanya dugaan kelalaian petugas KAI dalam proses penanganan barang tertinggal, hingga kemudian kasus menjadi viral dan memicu kabar bahwa petugas yang bertugas pada saat itu diberhentikan.
Isu ini kemudian menuai kecaman keras dari sejumlah warganet.
Banyak komentar bernada protes terhadap pemecatan petugas, mempertanyakan nilai tumbler yang hilang hingga berujung pada sanksi berat.
“Semahal apa sih tumblernya sampai bikin orang kehilangan pekerjaan?”
“Gak introspeksi diri sama keteledoran sendiri, akhirnya nyalahin orang lain.”


