Tijjani Reijnders Resmi Berseragam Manchester City dengan Nilai Transfer Sebesar Rp1 Triliun
Share
PENUTUR.COM — Manchester City secara resmi mengumumkan perekrutan Tijjani Reijnders dari AC Milan dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai USD 46,3 juta atau setara dengan 1 triliun.
Pemain asal Belanda tersebut menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama tim asuhan Pep Guardiola. Dilansir dari laman Flashscore pada Kamis (12/6), Reijnders menjadi pemain keempat yang direkrut oleh City dalam pekan ini.
Sebelumnya, klub mengamankan jasa gelandang Rayan Cherki dari Lyon dan kiper Chelsea, Marcus Bettinelli, pada hari Selasa, serta bek kiri Rayan Ait-Nouri dari Wolves pada hari Senin.
Gelandang berusia 26 tahun itu bergabung dengan AC Milan dari AZ Alkmaar pada tahun 2023. Pada musim 2024/25, ia mencatatkan 15 gol untuk klub asal Italia tersebut, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di skuad Rossoneri.
Kehadiran Reijnders di Etihad Stadium diharapkan dapat memperkuat lini tengah Manchester City, terutama setelah kepergian Kevin De Bruyne.
Reijnders mengaku sangat antusias menjadi bagian dari skuad juara Liga Inggris tersebut dan diharapkan mampu menggantikan posisi De Bruyne sesuai dengan harapan para penggemar The Citizens.
“Saya sangat gembira bisa menandatangani kontrak dengan Manchester City. City adalah salah satu tim terbesar di dunia, dengan pelatih terbaik, pemain kelas dunia, dan fasilitas yang luar biasa,” ujar Reijnders seperti dikutip Flashscore.
Reijnders tampil menonjol bersama Milan di musim yang sulit. Meskipun Rossoneri gagal lolos ke kompetisi Eropa dan kalah di final Coppa Italia dari Bologna, ia tetap menjadi titik terang dalam tim, mencetak sepuluh gol dan memberikan empat assist dari lini tengah.
Dengan catatan tersebut, Reijnders menjadi gelandang tengah dengan jumlah gol tertinggi di lima liga top Eropa musim lalu. Hanya Christian Pulisic yang mencetak gol lebih banyak di AC Milan sepanjang musim 2024/25.
Sebagai gelandang box-to-box, Reijnders dinilai sangat cocok dengan gaya bermain Manchester City. Ia memiliki akurasi umpan 84,4 persen di sepertiga akhir lapangan, serta berkontribusi dalam fase bertahan dengan 146 perebutan bola dan 43 intersepsi, meskipun masih perlu meningkatkan duel satu lawan satu yang hanya berhasil ia menangkan 42,8 persen.


