Wamenaker Marah Saat HRD Sebut Rekrutmen di Job Fair Hanya Formalitas: Harusnya Dipecat
Share
PENUTUR.COM — Ajang job fair Bekasi 2025 yang awalnya merupakan salah satu harapan ribuan pelamar disorot gegara pernyataan HRD. Wamenaker Immanuel Ebenezer ngamuk mendengarnya.
Wamenaker bahkan menyebut tindakan sosok yang menjabat jadi HRD tersebut sebagai bentuk kebohongan publik.
Job fair di Bekasi yang digelar awal Mei 2025 diperkirakan hanya dihadiri 2.000 hingga 2.500 pelamar kerja, namun puluhan ribu pencari kerja datang ke lokasi hingga antre panjang.
Namun belakangan pernyataan salah satu HRD perusahaan peserta yang menyebut rekrutmen di job fair hanya formalitas belaka.
Pernyataan HRD itu memicu kemarahan banyak pihak, terutama para pencari kerja yang merasa dipermainkan. Bahkan pernyataannya dianggap merendahkan semangat pelamar yang susah payah datang dan antre demi dapat pekerjaan.
Soal kontroversi tersebut, Noel alias Immanuel Ebenezer angkat suara dan mengecam keras pernyataan oknum HRD tersebut.
Sikap HRD tersebut dianggap tidak bertanggung jawab yang dapat merusak moral para pencari kerja bahkan coreng wajah program pemerintah. “Orang seperti itu tidak pantas menduduki posisi HRD. Harusnya langsung dipecat,” tegas Immanuel.
Pihaknya bakal telusuri perusahaan tempat HRD bekerja dan tak segan rekomendasikan sanksi tegas.
“Jangan bikin job fair kalau hanya ingin formalitas. Ini penghinaan terhadap rakyat. Saya mau tahu siapa HRD dan perusahaannya,” ungkapnya.
Job fair Bekasi tak hanya sekadar program seremonial, namun juga bagian dari strategi pemerintah buka akses kerja yang setara dan masif.
“Kalau ada yang menyebar narasi palsu, itu berbahaya. Tapi kalau benar HRD itu ngomong rekrutmen cuma formalitas, maka itu bohong publik,” pungkasnya.


