Manchester United Kalah 1-0 dari ASEAN All-Stars, Maung Maung Lwin Jadi Mimpi Buruk
Share
PENUTUR.COM — Manchester United menambah daftar kekalahan memalukan mereka usai tumbang 0-1 dari ASEAN All-Stars dalam laga uji coba pramusim di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Rabu (28/5) WIB.
Kekalahan ini menjadi sinyal keras bahwa krisis performa Setan Merah belum usai, meski musim baru belum dimulai. Laga ini merupakan bagian dari tur mini United ke Asia dalam persiapan menghadapi musim 2025/2026.
Pelatih Ruben Amorim yang baru saja mengambil alih tim, kembali menjadi sorotan usai memainkan Alejandro Garnacho—pemain muda Argentina yang sebelumnya dijatuhi sanksi internal.
Namun, kehadirannya di lapangan tak banyak membantu United. Lini depan tetap tumpul, dan permainan berjalan datar. Para pemain senior seperti Casemiro, Hojlund, Maguire, hingga Onana ikut diturunkan dalam pertandingan ini.
Tapi dominasi masih gagal terlihat. Bahkan justru tim ASEAN All-Stars yang tampil lebih semangat. Gol semata wayang yang mengunci kemenangan ASEAN All-Stars dicetak oleh Maung Maung Lwin, pemain asal Myanmar.
Dengan tenang, ia menaklukkan gawang Onana yang sejak musim lalu sudah sering jadi sorotan karena performanya yang inkonsisten.
Lucunya, nama pemain paling populer di kubu ASEAN All-Stars adalah Ezequiel Aguero. Meski tak ada hubungan dengan “Kun” Aguero, striker legendaris Argentina itu, namanya cukup menyita perhatian publik Malaysia.
Atas kekalahan tersebut, Ruben Amorim tak bisa menahan kritik terhadap timnya. Dalam sesi konferensi pers usai laga, ia menyebut musim 2024/2025 sebagai “bencana” menyusul kegagalan di Premier League (peringkat ke-15) dan kekalahan dari Tottenham di final Liga Europa.
“Kami sedang membangun ulang. Tapi performa hari ini jelas jauh dari standar Manchester United,” ujarnya tegas. Selain Garnacho, nama-nama seperti Bruno Fernandes juga dirumorkan akan hengkang.
Kapten tim itu kini dikaitkan dengan tawaran dari klub Arab Saudi, Al Hilal. Jika benar hengkang, United akan kehilangan pemimpin utama di lapangan.
Laga berikutnya dalam tur Asia adalah menghadapi Hong Kong, sebelum skuad kembali ke Eropa. Banyak pekerjaan rumah yang menanti Amorim, terutama membangun kembali mental dan konsistensi tim.


