LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Alami Krisis Keuangan, Lebih dari 20 Dealer BYD di China Tutup

Share

PENUTUR.COM — Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, tengah menghadapi krisis serius setelah lebih dari 20 dealer resmi di Provinsi Shandong menghentikan operasionalnya.

Penutupan ini terjadi akibat masalah keuangan yang melanda mitra utama BYD, Shandong Qiancheng Holdings Co., Ltd., sejak April 2025.

Salah satu dealer yang terdampak adalah Jinan Qiansheng, sebelumnya dikenal sebagai dealer utama BYD di Tiongkok. Kini, showroom tersebut kosong tanpa kendaraan dan hanya menyisakan dua staf di lokasi.

Lebih dari 1.000 konsumen yang telah membayar di muka untuk berbagai layanan, termasuk paket asuransi tiga tahun, perawatan kendaraan, dan perlindungan rangka, kini merasa dirugikan karena layanan tersebut tidak dapat dipenuhi.

BYD dan Qiancheng saling menyalahkan atas krisis ini. BYD menyatakan bahwa masalah keuangan Qiancheng disebabkan oleh ekspansi yang terlalu agresif dan manajemen keuangan yang buruk dari pihak dealer.

Sebaliknya, Qiancheng menuduh bahwa perubahan kebijakan BYD dalam dua tahun terakhir telah memberikan tekanan besar pada arus kas mereka.

Mantan pegawai Qiancheng mengungkapkan bahwa penundaan pembayaran gaji telah terjadi sejak 2024, dengan beberapa staf belum menerima upah selama enam bulan.

Sementara itu, konsumen yang tergabung dalam kelompok perlindungan hak menuntut solusi konkret dari BYD, mengingat banyak dari mereka belum menerima pengembalian dana yang dijanjikan.

BYD menyatakan bahwa beberapa dealer yang tutup telah diambil alih oleh perusahaan lokal lainnya dan berkomitmen untuk membantu menyelesaikan masalah pelanggan dan karyawan.

Namun, hingga batas waktu akhir Mei yang dijanjikan, banyak konsumen masih menunggu kejelasan mengenai layanan prabayar mereka.

 

BACA JUGA  Bisnis Ritel Kian Sekarat, GS Supermarket Tumbang dan Berencana Tutup Total
Tags: