Tolak Rencana Trump, Ribuan Warga Greenland Turun ke Jalan
Share
PENUTUR.COM — Ribuan warga Greenland menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (17/1) waktu setempat untuk menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Dalam aksi yang juga diikuti oleh Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen tersebut, massa membawa spanduk protes, mengibarkan bendera nasional Greenland.
Mereka juga meneriakkan slogan “Greenland tidak untuk dijual” sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan mandiri mereka.
Unjuk rasa ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ancaman pengambilalihan Greenland oleh AS, dikutip dari AP, Minggu (18/1).
Aksi protes ini juga bertepatan dengan beredarnya laporan pemerintahan Trump berencana memberlakukan pajak impor sebesar 10% mulai Februari 2026 terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa.
Kebijakan tersebut disebut-sebut sebagai respons atas penolakan negara-negara Eropa terhadap rencana AS menguasai Greenland.
Tom Olsen, seorang petugas kepolisian di ibu kota Nuuk, menyebut demonstrasi tersebut merupakan aksi protes terbesar yang pernah ia saksikan di wilayah itu.
“Saya harap ini dapat menunjukkan kepadanya bahwa kita bersatu di Eropa. Kita tidak akan menyerah tanpa perlawanan,” kata Olsen.
Penolakan juga disuarakan oleh tokoh politik setempat. Mantan anggota parlemen Greenland, Tillie Martinussen, berharap pemerintahan Trump segera menghentikan rencana tersebut.
“Saya berharap pemerintahan Trump akan meninggalkan ide gila ini,” kata Tillie.
Nada kekecewaan juga diungkapkan Malik Dollerup-Scheibel, salah seorang warga Greenland yang ikut dalam aksi protes.
Ia menilai situasi semakin memburuk seiring pernyataan dan sikap Presiden AS tersebut.
“Saya pikir hari ini tidak mungkin menjadi lebih buruk, tetapi ternyata memang lebih buruk. Ini hanya menunjukkan dia (Trump) tidak memiliki penyesalan sama sekali terhadap manusia,” ujarnya.


