Senat Amerika Serikat Loloskan Resolusi untuk Akhiri Permusuhan dengan Iran
Share
PENUTUR.COM — Senat Amerika Serikat menyetujui sebuah resolusi yang bertujuan menahan Presiden Donald Trump agar menghentikan kampanye militernya terhadap Iran.
Resolusi ini juga mewajibkan presiden mendapat persetujuan Kongres sebelum tindakan militer dilakukan.
Seperti dikutip Al Jazeera, pemungutan suara berakhir dengan hasil 50–48, dengan sebagian kecil senator Partai Republik bergabung bersama hampir seluruh Demokrat untuk mendukung resolusi tersebut.
Meski demikian, langkah ini diperkirakan bersifat simbolis karena Presiden Trump kemungkinan besar akan memveto aturan tersebut.
Sejumlah senator Republik yang membelot antara lain Bill Cassidy, Lisa Murkowski, Susan Collins, dan Rand Paul.
Sementara beberapa lainnya tidak hadir dalam pemungutan suara. Satu-satunya Demokrat yang menentang resolusi ini adalah John Fetterman.
Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menyebut pemungutan suara ini sebagai upaya berulang Kongres untuk membatasi kebijakan militer Trump terhadap Iran, yang menurutnya telah menimbulkan kekacauan dan biaya besar bagi Amerika Serikat.
Konflik antara AS dan Iran sendiri telah meningkat sejak Trump memulai serangan bersama Israel pada Februari, yang memicu eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, pada Juni 2025, AS juga melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran.
Kritik dari pihak oposisi menilai serangan tersebut justru memperburuk stabilitas kawasan.
Resolusi yang disahkan Senat menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran hanya dapat dilakukan jika mendapat persetujuan resmi Kongres atau dalam kondisi darurat untuk mencegah serangan langsung terhadap AS dan sekutunya.
Namun, sejumlah senator Republik memperingatkan bahwa langkah ini dapat melemahkan posisi negosiasi Trump dan dianggap tidak akan berdampak signifikan karena hampir pasti akan diveto oleh presiden.


