Terus Merugi, Presiden Prabowo Akui Telah Tutup 240 BUMN
Share
PENUTUR.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah menutup 240 BUMN lantaran kondisinya yang tak kunjung untung bahkan terus merugi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, (23/6).
Awalnya, Prabowo bercerita saat pertama kali menjabat Presiden, dirinya kaget karena mengetahui jumlah BUMN yang mencapai ribuan.
“Waktu saya jadi presiden, saya belum tahu. Saya pikir perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu. Jumlahnya seribu lebih,” ucap Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo pun mengungkap pemerintah telah menutup 240 BUMN dari total seribu lebih. Salah satu alasannya, karena BUMN tersebut terus merugi.
“Sekarang kita sudah tutup kurang lebih… Berapa Mensesneg? Kurang lebih? Sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus,” jelas dia.
Dia mengatakan, jumlah BUMN yang akan dipangkas akan terus bertambah.
Prabowo menargetkan setidaknya minimal 700 perusahaan pelat merah akan dipangkas.
“Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700,” ungkap Prabowo.
Dengan pemangkasan tersebut, Prabowo mengatakan negara akan lebih hemat triliunan rupiah.
Hal ini didasari oleh penghitungan gaji dari para direksi hingga komisaris BUMN.
“Itu kalau dihitung umpamanya empat direksi, sama empat komisaris, itu delapan kali dua ratus. 1.600,” kata Prabowo.
“Kalau gajinya masing-masing Rp50 juta rupiah sebulan, berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi, minta bonus lagi,” pungkasnya.


