55 Ribu Buruh di Dua Pabrik Keramik Terancam PHK, Imbas Harga Gas Melambung
Share
PENUTUR.COM — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mengabarkan dua pabrik keramik di Bekasi tutup di tengah kenaikan harga gas industri.
Kondisi ini berpotensi mengancam sekitar 55 ribu buruh yang bekerja di industri tersebut.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan harga gas industri yang sebelumnya sekitar 6 dolar AS kini mencapai 23 dolar AS per million metric british thermal units atau MMBTU.
Kenaikan harga itu, menurut dia, menekan biaya produksi pabrik keramik.
“Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup. Itu Granito, satu lagi menyusul Milan Keramik dan Mulia Keramik, karena gas industri,” kata Andi dalam Rapat Kerja Nasional KSPI di Jakarta, Selasa (23/6).
Andi mengatakan KSPSI telah berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia terkait persoalan tersebut.
Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kemudian menelepon Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat menghadiri Rakernas tersebut.
Dasco menyampaikan laporan serikat pekerja mengenai harga gas industri dan potensi PHK di pabrik keramik.
“Ini saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri,” kata Dasco saat berbicara melalui telepon dengan Simon.
Simon mengatakan Pertamina akan berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN.
Ia menyebut pihaknya akan melakukan penyesuaian terkait persoalan gas industri tersebut.
Dasco mengatakan DPR akan mencari jalan keluar atas persoalan harga gas industri yang disampaikan serikat pekerja.
Pertamina dan PGN belum memerinci bentuk penyesuaian maupun langkah yang akan dilakukan untuk industri keramik terdampak.


