LOADING

Ketik di sini

Gaya Hidup

Evaluasi Program MBG, BGN Buka Opsi Pemberhentian Distribusi untuk Siswa SMA

Share

PENUTUR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pengkajian terhadap pengaturan ulang sasaran penerima program makan bergizi gratis (MBG), dengan wacana penyesuaian target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

Dalam hal ini, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan bahwa salah satu opsi yang dilakukan pengkajian adalah tentang pemberhentian distribusi bagi siswa sekolah menengah atas (SMA), terutama bagi peserta didik yang berkecukupan.

“SMA mungkin sudah tidak perlu lagi diberikan MBG, apalagi SMA-SMA favorit yang uang saku anak-anak itu Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Sekolah-sekolah high class itu tidak perlu lagi,” ujar Arumsari di gedung DPR, Rabu, (17/6), dikutip dari Tempo.

Menurutnya, keputusan penataulangan sasaran penerima manfaat ini menjadi sebuah langkah BGN dalam melakukan perbaikan terhadap tata kelola MBG hingga akhir tahun 2026.

Keputusan itu, tanpa menghilangkan esensi dari tujuannya untuk mengintervensi gizi sasaran penerimanya.

“Refocusing ini kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin efisien,” jelasnya.

Terhitung hingga 10 Juni 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) mencatat sebanyak 43 juta murid di Indonesia telah menjadi penerima manfaat dari program MBG.

Artinya, jumlah tersebut diperkirakan setara dengan 80,7 persen dari total murid yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Arumasari mengatakan bahwa pemangkasan penerima dengan target dari kalangan siswa SMA disebut dapat mengurangi hingga 8 juta penerima.

 

BACA JUGA  Eks Kepala BGN Dadang Hindayana Ditetapkan Kejagung Sebagai Tersangka Kasus Korupsi
Tags: