LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Rupiah Melemah Sempat Tembus Rp17 Ribu per Dolar, Ini Penyebabnya

Share

PENUTUR.COM — Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan.

Pada perdagangan Senin 9 Maret, mata uang Garuda terpantau melampaui level psikologis baru, yakni bertengger di kisaran Rp16.985 bahkan sempat tembus Rp17 ribuĀ  per Dolar AS.

Pelemahan ini menandai titik terendah Rupiah dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh kombinasi sentimen global yang memanas dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Para analis pasar uang menyebutkan beberapa faktor krusial yang menekan posisi Rupiah. Pertama, dipicu ketegangan Geopolitik Timur Tengah.

Diketahui eskalasi konflik antara Iran melawan koalisi AS-Israel yang terjadi belakangan ini telah memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang (emerging markets) menuju aset safe haven seperti Dolar AS dan emas.

Kedua, soal kebijakan Suku Bunga AS dimana sikap Bank Sentral AS (The Fed) yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer) membuat indeks Dolar AS semakin perkasa.

Dan ketiga, terkait kenaikan harga komoditas. Lonjakan harga energi akibat ketegangan global meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS untuk kebutuhan impor, yang secara langsung menekan mata uang lokal.

Angka Rp17 ribu per Dolar AS menjadi sinyal waspada bagi sejumlah sektor ekonomi di dalam negeri.

Salah satunya sektor industri khususnya perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor akan menghadapi kenaikan biaya produksi yang signifikan.

Selain itu, dampaknya terasa pad harga barang konsumsi. Masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga barang (inflasi), terutama pada barang-barang elektronik, pangan impor, dan produk manufaktur.

Yang tak kalah serius adalah beban utang luar negeri di mana pemerintah dan korporasi yang memiliki utang dalam denominasi valuta asing akan merasakan pembengkakan beban pembayaran pokok dan bunga.

BACA JUGA  Menkeu Purbaya Rencanakan Redenominasi Rupiah Ubah Rp1.000 jadi Rp1

Dengan kondisi ini, Bank Indonesia (BI) segra melakukan langkah-langkah intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar volatilitas tidak terjadi terlalu liar.

Pemerintah juga diimbau untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik dan menjaga cadangan devisa guna menghadapi guncangan eksternal yang diprediksi masih akan berlanjut selama tensi global belum mereda.

 

Tags:

You Might also Like