Rudal Kheibar Shekan Iran Gempur Kilang Minyak Israel di Haifa
Share
PENUTUR.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah objek vital milik Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut pada Sabtu (7/3).
Langkah ini diambil Teheran sebagai respons langsung atas serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan resminya, unit elite angkatan bersenjata Iran tersebut mengonfirmasi bahwa unit artileri rudal mereka berhasil menjangkau wilayah Israel utara.
“Kilang minyak Haifa telah dihantam secara presisi oleh rudal Kheibar Shekan milik Iran,” tulis pernyataan IRGC yang disiarkan oleh media pemerintah.
Rudal Kheibar Shekan dikenal sebagai salah satu alutsista tercanggih Iran yang memiliki jangkauan jarak jauh dengan kemampuan manuver tinggi untuk menembus sistem pertahanan udara.
Serangan terhadap kilang minyak di Haifa ini diprediksi akan mengguncang stabilitas pasokan energi dan ekonomi Israel di tengah kecamuk perang yang tak kunjung padam.
Tak hanya menyasar Israel, IRGC juga memperluas jangkauan serangannya terhadap aset-aset militer Amerika Serikat.
Laporan menyebutkan bahwa pangkalan militer AS di Bahrain serta konsentrasi pasukan AS yang berada di Hotel Marina Dubai turut menjadi sasaran rudal dan drone Iran.
Langkah ini menandai babak baru keterlibatan langsung Iran dalam konfrontasi terbuka dengan Washington.
Pihak IRGC menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pasukan asing yang dianggap terlibat dalam agresi terhadap kedaulatan Iran.
Ketegangan ini bermula dari peristiwa berdarah pada 28 Februari lalu.
Saat itu, jet tempur AS dan Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah titik strategis di dalam wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, tetapi juga merenggut nyawa banyak warga sipil.
Namun, kejutan terbesar datang dari konfirmasi televisi pemerintah Iran yang menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat akibat luka-luka yang diderita dalam serangan udara tersebut.
Kematian sosok sentral dalam peta politik dan spiritual Iran ini menjadi pemantik amarah yang luar biasa di Teheran, yang berujung pada aksi balasan bersenjata Sabtu ini.
Dunia internasional kini menatap cemas ke arah Timur Tengah.
Banyak pihak khawatir konfrontasi rudal ini akan menyeret kekuatan global ke dalam perang terbuka yang lebih luas.
Hingga saat ini, pihak Israel maupun Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah kerusakan maupun korban jiwa di pihak mereka.


