LOADING

Ketik di sini

Bisnis

Utang Whoosh Bakal Dibayar dengan APBN, Begini Respon Menkeu Purbaya

Share

 

PENUTUR.COM — Ramai beredar kabar jika utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh disebut bakal menggunakan APBN.

Terkait kabar tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewab menyatakan belum memastikan skema pelunasan.

Pasalnya, Kementerian Keuangan belum dilibatkan dalam pembahasan teknis lanjutan terkait mekanisme pembayaran.

Informasi awal menyebut sebagian kewajiban akan bersumber dari anggaran negara sementara sisanya berasal dari dividen badan usaha terkait.

Namun kepastian skema tersebut masih menunggu koordinasi lintas lembaga agar keputusan yang diambil tetap menjaga stabilitas fiskal nasional.

“Saya belum tanya tuh masalah itu. Seingat saya sih masih 50-50 tapi saya akan diskusikan,” ujar Purbaya kepada wartawan, Kamis (12/2).

Ia juga mengaku belum menerima undangan untuk mengikuti negosiasi penyelesaian kewajiban utang proyek kereta cepat tersebut di luar negeri.

Pemerintah masih mematangkan pembahasan agar keputusan pembayaran berjalan sesuai prinsip kehati-hatian fiskal.

Nilai kewajiban tahunan proyek kereta cepat diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun setiap tahun anggaran berjalan.

Angka tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengelolaan pembiayaan proyek strategis nasional.

Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan kewajiban pembayaran utang proyek akan dipenuhi melalui anggaran pendapatan dan belanja negara.

Pernyataan itu menegaskan komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan proyek sekaligus memastikan kewajiban finansial terpenuhi.

“Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN),” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2) lalu.

Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk menanggung kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat secara berkelanjutan.

 

 

BACA JUGA  Benahi Coretax yang Kerap Bermasalah, Purbaya Gaet Hecker Top Dunia
Tags:

You Might also Like