15 Fakta Penting Seputar Skandal Epstein
Share
PENUTUR.COM – Skandal Jeffrey Epstein menunjukkan gambaran gamblang betapa Barat telah bangkrut secara moral dan media mainstream adalah mesin propaganda pro-Zionis yang menyesatkan.
[Tulisan ini di-update pada 8 Februari 2026 13:25 WIB]
Kejahatan seks anak dilakukan Epstein dan pasangannya, Ghislaine Maxwell, sejak 1998-an. Beberapa korban (seperti Virginia Giuffre) mengklaim direkrut sejak 1998–2000 oleh Ghislaine Maxwell, dengan pelecehan berulang sejak remaja.
Dalam log penerbangan yang terkuak selama persidangan Maxwell, Epstein dan kliennya melakukan perjalanan selama 1993-an ke Palm Beach – New York/Teterboro, sebelum ia membeli pulau pada 1998. (Trump dan Epstein terlibat dalam event “callendar girls” di Mar-a-Lago, Florida, pada 1993 yang diwarnai skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan peserta kontes kecantikan — dimana Trump dituding memeriksa organ genital anak-anak perempuan dengan jarinya).
Jadi, bisa diduga kejahatan yang mengeksploitasi anak-anak ini sudah berlangsung 25 tahun lebih, di negara yang konon memiliki penegak hukum hebat dengan peralatan canggih ini. Epstein sempat tersandung hukum di 2008 namun hanya tertahan selama 13 bulan, setelah itu ia tancap gas selama 10 tahun, sebelum akhirnya dinyatakan tewas pada 2019.
Epstein beroperasi dengan lancar berkat para klien, para pedofil kelas elite, yang membekingi kejahatannya. Kliennya bahkan mantan Presiden dan calon Presiden Amerika Serikat!
Ironisnya, media mainstream kelas dunia, seperti BBC, New York Times, BBC, CNN, Washington Post, dan Time sama sekali tidak memuat investigasi Epstein (jika memang pernah melakukan investigasi), bahkan setelah ia divonis melakukan kejahatan seksual pada anak di 2008.
Yang lebih parah, setelah dokumen Esptein dibuka Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat (AS) pada Januari 2026, media mainstream ini justru berusaha membelokkan isu adanya Israel di balik kasus Epstein ke Russia dan China. Ciri khas penyesatan ala media Barat ini juga terlihat dalam berita-berita seputar penjajahan Palestina oleh Israel.
Berikut fakta-fakta seputar Esptein Files yang diungkap dengan lengkap.
1
Siapa itu Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein (1953–2019) adalah financier Amerika Serikat yang kaya raya, tapi terkenal sebagai predator seks dan pelaku trafficking anak di bawah umur. Ia punya koneksi luas dengan elit dunia (politisi, miliarder, selebriti).
Tahun 2008: Dipenjara pertama kali di Florida setelah kesepakatan plea deal kontroversial (hanya 13 bulan,). Bebas Juli 2009.
6 Juli 2019: Ditangkap lagi oleh federal di New Jersey atas tuduhan sex trafficking minors (federal charges baru).
10 Agustus 2019: Ditemukan tewas di sel penjara Metropolitan Correctional Center, New York. Resmi dinyatakan bunuh diri gantung diri, meski banyak teori konspirasi yakin ia dibunuh sebelum kasusnya masuk persidangan.
2
Pulau Epstein, Tujuan Wisata Pedofil
Pulau Epstein (Little Saint James) adalah pulau pribadi seluas sekitar 28-32 ha di Kepulauan Virgin AS, sekitar 2 mil dari St. Thomas di Karibia. Epstein membelinya tahun 1998 seharga sekitar $7.95 juta dan menjadikannya kediaman utama (dia sebut “Little St. Jeff”). Pulau ini punya vila, kolam renang, helipad, dan fasilitas mewah lainnya.
Pulau ini dijuluki “Epstein Island”, “Pedophile Island”, atau “Orgy Island” karena dugaan sebagai pusat perdagangan seks dan pelecehan anak di bawah umur. Banyak korban (termasuk Virginia Giuffre) mengklaim dibawa ke sana untuk dieksploitasi secara seksual oleh tamu-tamu elite.
Saksi di bandara St. Thomas melaporkan melihat Epstein membawa gadis-gadis muda (terlihat di bawah umur) naik pesawat/helicopter secara rutin, bahkan setelah dia terdaftar sebagai sex offender.
Epstein juga punya pulau tetangga Great St. James (dibeli 2016). Setelah kematiannya tahun 2019, kedua pulau dijual tahun 2023 seharga $60 juta kepada miliarder Stephen Deckoff, yang berencana jadikan resort (tapi hingga 2026 belum ada perkembangan besar).

Meskipun Little St. James lebih terkenal sebagai lokasi kejahatan Epstein, Zorro Ranch juga diduga menjadi tempat terjadinya pelecehan seksual dan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur, sebelum Esptein membeli Little St. James.
Epstein membeli Zorro Ranch, seluas sekitar sekitar 3.000 hektar di dekat Stanley, New Mexico pada tahun 1993 dari mantan Gubernur New Mexico Bruce King dengan harga sekitar $12 juta.
Kesaksian korban seperti Virginia Giuffre (yang mengunjungi ranch saat berusia 16 tahun bersama Epstein dan Ghislaine Maxwell), Annie Farmer (dari 1996), dan lainnya yang melibatkan Maxwell, menyatakan bahwa kejahatan seksual terjadi di sana.


