22 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
Share
PENUTUR.COM — Setidaknya 23 orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi serangan bom bunuh diri yang mengguncang jalur kereta api di Kota Quetta, Provinsi Balochistan, Pakistan, pada hari Minggu (24/5).
Sebuah ledakan terjadi ketika kereta penumpang lewat, yang mengakibatkan dua gerbong terbalik dan terbakar.
Serangan itu terjadi karena sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak diledakkan oleh pelaku di dekat rel kereta api.
Ledakan yang sangat besar langsung menyebabkan asap hitam pekat dan merusak area di sekitar tempat kejadian.
Menurut laporan dari pihak berwenang setempat, lebih dari 70 orang terluka akibat ledakan itu.
Beberapa korban berada dalam keadaan kritis dan segera dibawa ke rumah sakit di Quetta untuk menerima perawatan medis yang intensif.
Insiden itu juga merusak beberapa bangunan di dekat lokasi. Sebanyak belasan mobil yang diparkir di tepi jalan dilaporkan rusak parah akibat kekuatan ledakan yang sangat besar.
Kelompok separatis bersenjata yang bernama Baloch Liberation Army mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu.
Dalam keterangannya kepada media, kelompok tersebut mengatakan bahwa sasaran serangan adalah kereta yang membawa anggota keamanan Pakistan.
Provinsi Balochistan selama ini dikenal sebagai daerah yang sering mengalami konflik bersenjata dan gerakan pemberontakan.
Kelompok separatis sering menyerang petugas keamanan, gedung pemerintah, dan juga warga sipil.
Juru bicara Pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind, sangat mengecam tindakan teror itu.
Ia menekankan bahwa menyerang warga sipil tidak bisa dibenarkan dalam situasi apapun.
“Kami mengutuk keras penargetan warga sipil yang tidak bersalah dan sangat berduka atas hilangnya nyawa manusia yang berharga. Unsur-unsur teroris tidak pantas mendapatkan keringanan hukuman,” ujar Shahid Rind.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga mengutuk serangan bom bunuh diri tersebut.
Dalam postingannya di media sosial, ia menyebut tindakan itu sebagai terorisme yang sangat pengecut dan tidak berperikemanusiaan.
Serangan di Quetta berlangsung saat ketegangan keamanan di kawasan semakin meningkat.
Pemerintah Pakistan sebelumnya mengungkapkan bahwa ada kemajuan dalam diplomasi terkait konflik di Timur Tengah, yang juga berdampak pada stabilitas global dan harga energi di seluruh dunia.


