15 Fakta Penting Seputar Skandal Epstein
Share
14
Dokumen Epstein Picu Investigasi Perdagangan Manusia di Eropa
Rilis Dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) sejak akhir 2025 hingga awal 2026 telah memicu gelombang investigasi di Eropa, terutama terkait dugaan human trafficking (perdagangan manusia) yang melibatkan korban anak atau wanita dari negara-negara tersebut.
Dokumen ini mengungkap jaringan Epstein yang melibatkan elite global, termasuk referensi ke warga Eropa, email, dan koneksi bisnis yang mencurigakan.
Beberapa negara Eropa segera merespons dengan membuka investigasi pre-trial atau task force khusus untuk menelusuri potensi korban domestik dan pelanggaran hukum.
Berikut penjelasan tentang negara-negara yang disebutkan (Lithuania, France, Poland, dan lainnya), berdasarkan pengumuman resmi pada awal Februari 2026:1.
Lithuania Lithuania menjadi salah satu negara Eropa pertama yang secara resmi meluncurkan investigasi human trafficking setelah rilis Epstein Files.
Pada 3 Februari 2026, jaksa penuntut Lithuania mengumumkan pembukaan pre-trial investigation (penyelidikan pra-peradilan) atas dugaan perdagangan manusia, setelah file tersebut menyebutkan nama-nama prominent Lithuanians dan potensi korban dari negara tersebut.
Investigasi ini bertujuan untuk memeriksa “circumstances of doubtful legality” dan melibatkan kerjasama internasional dengan AS.
Presiden Gitanas Nauseda mendukung langkah ini, menyebutnya sebagai “principled law enforcement investigation” untuk melindungi korban dan memastikan transparansi.
Investigasi dipimpin oleh Kantor Jaksa Agung dan Polisi Kabupaten Panevėžys, dengan fokus pada bukti awal dari dokumen DOJ yang mungkin bocor identitas korban.
Pemerintah Polandia, di bawah Perdana Menteri Donald Tusk, mengumumkan pembentukan task force khusus pada 3 Februari 2026 untuk menyelidiki kemungkinan kaitan Poland dengan skandal Epstein, termasuk potensi korban anak Poland.
Tusk menyatakan bahwa informasi awal dari file menunjukkan individu di Kraków yang diduga menawarkan “a group of Polish women or girls” ke Epstein.
Task force ini melibatkan jaksa penuntut dan badan keamanan Poland untuk menganalisis semua materi publik dari Epstein Files, termasuk klaim media internasional tentang peran intelijen Rusia (seperti KGB) dalam jaringan Epstein.
Ini bertujuan untuk mengidentifikasi korban domestik dan mengejar kerjasama lintas batas.
Langkah ini dipuji sebagai respons cepat, meskipun Tusk menekankan bahwa klaim tersebut masih perlu diverifikasi.
Meskipun tidak ada pengumuman resmi baru tentang investigasi human trafficking spesifik terkait Epstein Files pada awal Februari 2026, Prancis telah terlibat dalam penyelidikan terkait sejak kasus Epstein meledak pada 2019.
Dokumen baru menyebutkan koneksi Epstein ke elite Prancis, termasuk dugaan trafficking korban dari Eropa Timur melalui jaringan Prancis.
Pemerintah Prancis (di bawah Presiden Emmanuel Macron) telah bekerja sama dengan AS melalui Europol dan INTERPOL untuk menelusuri korban potensial, tapi tidak ada task force baru yang diumumkan seperti di Lithuania atau Polandia.
Namun, media Eropa mencatat Prancis sebagai salah satu negara yang bekrja keras dalam investigasi global, terutama terkait kasus Ghislaine Maxwell (rekan Epstein) yang memiliki koneksi Prancis.
Inggris tidak secara langsung membuka investigasi human trafficking baru, tapi setelah kasus Peter Mandelson , Parlemen Inggris (House of Commons) telah memutuskan untuk rilis dokumen terkait tanpa pengurangan apapun, dan ada tuntutan kerjasama internasional untuk korban potensial dari Eropa.
Meskipun bukan negara Eropa penuh, Turki disebutkan melakukan investigasi serupa pada 3 Februari 2026, tapi tidak menemukan bukti konkret kejahatan di wilayahnya.
Operasi global Lainnya: Banyak negara Eropa seperti Albania, Austria, Belgium, dll., terlibat dalam Operasi Global Chain Interpolpada Juli 2025 (sebelum rilis file baru), yang mendeteksi 1.194 korban potensial trafficking, tapi ini tidak langsung terkait Epstein Files 2026.
15
Misteri Hidup Epstein
Sebuah jajak pendapat di X (Twitter) menunjukkan bahwa sebagai besar user X menyatakan bahwa Epstein masih hidup.
Pernyataan resmi Pemerintah AS: Epstein bunuh diri pada 10 Agustus 2019 dengan bukti-bukti seperti autopsi, foto post-mortem, dan laporan DOJ/FBI.
Namun ada banyak kejanggalan. Misalnya kelalaian penjara (penjaga gagal cek rutin, kamera rusak, Epstein dibiarkan sendirian meski pernah coba bunuh diri sebelumnya), serta dugaan dia “terlalu berharga” untuk mati—karena punya rahasia elit global (Clinton, Trump, Gates, dll.) yang bisa bocor di sidang.
Ada pengguna X yang mengirim foto seseorang seperti Esptein, namun berjenggot dikawal dua orang di Israel. Kemungkinan foto ini dibuat oleh AI.
Ada juga laporan bahwa akun game Fortnite ‘littlestjeff1’ milik Epstein aktif di Februari ini. Meski keterkaitannya dengan Epstein masih diragukan.
Bahkan di dokumen DOJ sendiri ada file bernama EFTA00133623.pdf yang memperkuat dugaan Epstein telah “ditukar” sebelum dinyatakan tewas.
Ini tampaknya berupa catatan atau pesan anonim (mungkin dari postingan 4Chan atau tip yang diserahkan setelah subpoena). Isinya adalah teks pendek yang mengklaim adanya kejanggalan di penjara pada malam sebelum Epstein ditemukan tewas. Isinya: “Tidak akan bilang apa-apa lagi setelah ini, tolong jangan coba-cari tahu siapa saya. Tapi tadi malam, habis jam 4.15 pagi, mereka bawa dia ke klinik pakai kursi roda, tangannya diborgol depan. Tapi anehnya, nggak ada satu pun perawat triase yang ngobrol sama dia. Lalu tahu-tahu ada van operasional datang?
Ini nih yang aneh: kita tidak pernah proses pembebasan di akhir pekan kecuali ada surat perintah hakim. Terus tiba-tiba dia sudah dikasih sel sendiri, terus dikabarkan bunuh diri gantung diri?
Yang bikin merinding: van itu nggak mendaftar masuk, platnya nggak tercatat. Kata penjaga yang buka gerbang, di belakang van ada orang pake seragam militer warna hijau. Aku gemeteran sekarang. Sepertinya mereka menukar dia dengan orang lain.”
Banyak orang percaya teori ini ketimbang versi pemerintah AS. Apa yang bisa dipercaya dari pemerintahan yang bangkrut dalam hal moralitas, pendukung genosida, dan dikuasai Israel?


