15 Fakta Penting Seputar Skandal Epstein
Share
3
Popularitas Sang Pedofil
Setelah Epstein dipidana dalam kasus epksploitasi seks anak pada 2008 dan bebas pada 2009, sejumlah tokoh tetap berada di lingkarannya dan tokoh-tokoh baru berusaha dekat dengannya.
Tampaknya, di mata mereka, kejahatan seksual terhadap anak bukanlah hal tabu yang mesti hindari. Siapa saja mereka?
William Burns (kini Direktur CIA), berdasarkan dokumen Epstein menunjukkan ada beberapa pertemuan tahun 2014, saat ia menjabat Deputy Secretary of State. Pertemuan termasuk kunjungan ke townhouse Epstein di New York.
Kathryn Ruemmler, mantan penasihat Gedung Putih era Obama, disebut memiliki puluhan pertemuan setelah masa jabatan pemerintahannya.
Media melaporkan Bill Gates beberapa kali bertemu Epstein sekitar 2011–2014, setelah Epstein bebas. Gates kemudian mengaku pertemuan itu “kesalahan” karena reputasi Epstein sudah buruk saat itu.
Prince Andrew berhubungan dekat dengan Epstein berlanjut setelah vonis; foto terkenal tahun 2010 menunjukkan ia berjalan bersama Epstein di New York; ia juga mengundang Epstein ke Buckingham Palace pada 2010. Andrew membantah tuduhan pelanggaran hukum dan mencapai penyelesaian sipil dalam kasus Virginia Giuffre.
Email Juni 2009 menunjukkan Peter Mandelson masih berbagi memo kebijakan dan bahkan informasi bailout Uni Eropa sekitar 2010.
Email sekitar 2012–2013 menunjukkan surat menyurat Elon Musk dan Esptein serta rencana kunjungan Elon Musk ke pulau pribadi Epstein dan percakapan soal jadwal bertemu dan pesta “tergila”.
Kalender Epstein yang dirilis Kongres juga memuat rencana pertemuan dengan Peter Thiel serta tokoh teknologi lain pada periode 2014–2019, meski tidak semua jadwal dipastikan terjadi.
Dokumen email 2015 menyebut Epstein menghadiri makan malam yang melibatkan tokoh teknologi seperti Musk, Reid Hoffman, dan Mark Zuckerberg, memperlihatkan bahwa akses sosialnya masih terbuka bertahun-tahun setelah statusnya sebagai pelaku kejahatan seksual diketahui publik.
Selain itu, jadwal harian 2014 juga mencatat rencana pertemuan dengan elite finansial dan filantropi seperti Bill Gates, Leon Black, dan Thomas Pritzker — menunjukkan ia tetap berada di jaringan miliarder global pascavonis.
4
Jasa Massie dan Khanna
Khanna, politisi progresif yang mendukung Medicare for All, berpartner dengan Massie, politisi Republican yang vokal dan dibenci Trump dan Israel.
Mereka menggunakan discharge petition—prosedur langka untuk memaksa voting tanpa persetujuan pimpinan.
Dalam 30 hari, mereka dapatkan 218 tanda tangan.
Di Capitol Hill pada 19 November 2025, Presiden Donald Trump “terpaksa” menandatangani Epstein Files Transparency Act (H.R. 4405)—sebuah undang-undang bipartisan yang mewajibkan DOJ AS merilis semua dokumen Jeffrey Epstein dalam 30 hari.
Setelah kemenangan itu Massie dan Khanna konferensi pers 15 Januari 2026 dengan tiga korban Epstein berdiri di belakang mereka.
“Ini untuk Anda,” kata Khanna.
Massie, biasanya pendiam, berkata: “Kadang-kadang, musuh musuh saya adalah teman saya.”
Pada 30 Januari 2026, DOJ merilis dokumen Epstein untuk publik. Lebih dari 3 juta halaman baru ditambahkan ke database yang sudah berisi 500.000 halaman. Total: 3,5 juta halaman dokumen, 180.000 gambar, 2.000+ video. Cek di https://justice.gov/epstein-files
Setelah dokumen Esptein dirilis yang terjadi bukanlah sorak-sorai, melainkan kekecewaan pahit.
Sarah Ransome, salah satu korban Epstein, menulis di Instagram: “Mereka menyensor nama-nama elite dengan tinta hitam tebal, tapi nama kami, alamat kami, detail trauma kami—itu bocor. Sistem ini masih melindungi predator.”


