Survei: 52 Persen Warga Amerika Serikat Dukung Pemakzulan Trump Atas Kebijakan Kontroversialnya
Share
PENUTUR.COM — Sebagian besar warga Amerika Serikat dilaporkan menginginkan Kongres untuk memakzulkan Presiden Donald Trump, menyusul kebijakan kontroversialnya termasuk perang terhadap Iran.
Dalam laporan Newsweek, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen menyatakan penolakan.
Survei ini dilakukan lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS-Israel melancarkan operasi terhadap Iran.
Dilansir Press TV, survei tersebut melibatkan 790 responden dan diprakarsai oleh dua kelompok advokasi, yakni Impeach Trump Again dan Free Speech for People yang menentang perang Trump dan kebijakan lainnya.
Hasilnya juga mengungkap bahwa sekitar satu dari tujuh pemilih dari Partai Republik turut mendukung proses pemakzulan.
Presiden dan pendiri Free Speech for People, John Bonifaz, menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan seorang presiden.
Survei tersebut dilakukan bersama perusahaan jajak pendapat yang dipimpin oleh Celinda Lake, dengan margin kesalahan sekitar 3,9 persen.
“Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan presiden,” kata Bonifaz dalam konferensi pers.
Menurut laporan tersebut, tingkat dukungan pemakzulan terhadap Trump muncul jauh lebih cepat dibandingkan dengan kasus mantan Presiden Richard Nixon, yang sebelumnya menjadi satu-satunya presiden AS dengan dukungan mayoritas publik untuk pemakzulan.
Diketahui, Trump sebelumnya telah dua kali dimakzulkan oleh DPR AS pada masa jabatan pertamanya, namun kedua upaya tersebut gagal berlanjut setelah ditolak oleh Senat.
Saat ini, upaya pemakzulan kembali mencuat di Kongres, terutama dari kalangan Partai Demokrat, seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran sejak 28 Februari lalu.
Salah satu tokoh yang vokal mendorong pemakzulan adalah anggota Kongres dari Partai Demokrat, Alexandria Ocasio Cortez.
Ia menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata sementara tidak mengubah sikapnya terhadap Trump.
“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus menggunakan ancaman tersebut sebagai tekanan,” tulisnya melalui platform X.
“Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan negara kita,” lanjutnya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (8/4).
“Baik melalui kabinet maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran.”
Selain Ocasio Cortez, puluhan legislator Demokrat lainnya juga menyuarakan tuntutan serupa. Sikap mereka tidak berubah meski sudah ada genjatan senjata.


