Pemerintah Rencanakan Kembali Pemberian Subsidi Konversi Motor Listrik
Share
PENUTUR.COM — Pemerintah memiliki rencana untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, dengan fokus utama pada sepeda motor.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah melanjutkan program subsidi konversi motor listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa biaya konversi mesin motor BBM menjadi listrik kini semakin terjangkau, berkisar antara Rp 5-6 juta.
Meskipun demikian, pemerintah akan tetap memberikan dukungan untuk meringankan beban masyarakat dalam melakukan konversi.
“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Bentuk dukungan ini kemungkinan akan menyerupai subsidi konversi listrik yang telah ada sebelumnya.
Namun, Bahlil menambahkan bahwa formula pastinya masih dalam tahap pengkajian oleh pemerintah, khususnya oleh satuan tugas khusus transisi energi yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi,” sebut Bahlil.
Pada tahun 2023, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta per motor untuk konversi motor listrik.
Targetnya saat itu adalah 50 ribu motor, tetapi program tersebut tidak banyak diminati dan hanya mencapai kurang dari 10 ribu unit.


