Nama Hary Tanoesoedibjo dan Indonesian CIA Viral Usai Muncul di Epstein Files
Share
PENUTUR.COM — Nama pemilik MNC Asia Holding, Hary Tanoesoedibjo alias Hary Tanoe kembali menjadi sorotan di media sosial.
Nama Hary Tanoe muncul dalam dokumen yang diduga Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Menariknya, dalam dokumen juga diduga menyebut nama seseorang sebagai ‘Indonesian CIA’ atau agen CIA.
Tangkapan layar dokumen yang beradar di media sosial jelas menulis nama Hary Tanoesoedibjo.
Hal itu ramai diperbincangakan di media sosial X atau dulu bernama Twitter.
Dalam dokumen disebutkan Hary Tanoe terlibat dalam pengembangan hotel milik Donald Trump yang saat ini menjabat sebagai Presiden AS.
Dokumen secara tegas menyebut Hary sebagai seorang miliarder. Namun, yang ramai dibicarakan warganet yakni isu soal Indonesian CIA dalam laporan yang sama.
Pasalnya, dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman tidak menuliskan kalimat secara lengkap akibat sebagian kata ditutup atau diblok warna hitam.
Namun, dugaan Hary Tanoe sebagai agen CIA dari Indonesia muncul di salah satu kalimat dalam laporan. “Hary ….(diblok warna hitam)… introduce him/her to the Indonesian CIA …(diblok warna hitam). Hary … speak Indonesian,” tulis dokumen Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS, dikutip Senin, (2/2).
Tidak jelas apakah laporan itu ingin menjelaskan Hary Tanoe seorang agen CIA atau dia bertemu dengan agen CIA di Indonesia.
Kata ‘Indonesian CIA’ kini menjadi kata kunci viral di X Indonesia. Bahkan, topik Inndonesian CIA ini sempat menjadi bahan diskusi luas terkait nama Hary Tanoe di Epstein Files.
Yang jelas, dokumen Epstein tersebut mengungkap bahwa Hary pernah membeli rumah milik Donald Trump di kawasan Beverly Hills dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasaran.
“Hary bought his Beverly Hills home from Trump at an inflated price (NFI),” tulis dokumen Epstein Files.
Selain soal nama Hary Tanoe yang dikaitkan Indonesian CIA dan transaksi pembelian rumah dan pengembangan hotel milik Trump, dokumen juga menyebutkan bahwa Trump sebagai sosok yang sangat dekat dengan Israel.


