LOADING

Ketik di sini

Tokoh

Eks PM Bangladesh Khaleda Zia Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Share

PENUTUR.COM — Kabar duka menyelimuti jagat politik Asia Selatan. Begum Khaleda Zia, perempuan pertama yang menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (30/12) pagi.

Tokoh sentral yang menjadi simbol perlawanan dan demokrasi di negaranya itu wafat pada usia 80 tahun.

Pernyataan resmi dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menyebutkan bahwa Sang ‘Ibu Bangsa’ berpulang tepat setelah waktu salat Subuh, pukul 06.00 waktu setempat.

“Ketua BNP dan mantan Perdana Menteri, pemimpin nasional Begum Khaleda Zia, telah berpulang hari ini. Kami memohon doa bagi pengampunan jiwanya,” tulis pernyataan resmi partai, seperti dilansir AFP.

Wafatnya Khaleda Zia menandai berakhirnya sebuah era. Selama lebih dari tiga dekade, dinamika politik Bangladesh seolah hanya berputar di antara dua kutub: Khaleda Zia dan rival abadinya, Sheikh Hasina.

Rivalitas ‘Dua Begum’ ini bukan sekadar berebut kursi kekuasaan, melainkan pertarungan ideologi yang mendefinisikan wajah Bangladesh modern.

Lahir dari keluarga pejuang, Zia merupakan istri mendiang Presiden Ziaur Rahman yang tewas dalam kudeta tahun 1981.

Pasca-kematian suaminya, Zia menjelma menjadi pemimpin gerakan massa yang menumbangkan diktator militer pada 1990.

Ia mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama pada 1991 hingga 1996, dan kembali memimpin pada periode 2001-2006.

Beberapa tahun terakhir adalah masa-masa sulit bagi Zia. Di bawah rezim Sheikh Hasina, ia terjerat berbagai kasus korupsi yang oleh para pendukungnya dianggap sebagai upaya pembungkaman politik.

Permohonannya untuk berobat ke luar negeri ditolak sebanyak 18 kali oleh pemerintahan Hasina.

Namun, angin segar sempat berembus setelah Hasina digulingkan melalui aksi massa tahun lalu.

Pemerintahan sementara pimpinan Muhammad Yunus akhirnya mengizinkan Zia terbang ke Inggris untuk perawatan medis pada Mei 2024.

BACA JUGA  Geram dengan Kasus Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Tegaskan Solusi Lewat Jalur Hukum

Puncaknya, pada Januari 2025, Mahkamah Agung membebaskan Zia dari kasus korupsi terakhirnya, memberikan lampu hijau baginya untuk kembali bertarung di pemilu.

Meski didera masalah kesehatan kronis, semangat politik Zia tak pernah padam.

Pada November lalu, ia sempat bersumpah akan turun ke lapangan demi kampanye Pemilu Februari 2026.

Banyak pihak memprediksi BNP bakal menang telak dalam pesta demokrasi tersebut.

Sayangnya, kondisi fisik berkata lain. Pada akhir November, ia dilarikan ke rumah sakit setelah kondisinya memburuk drastis.

 

Tags: