Antisipasi Serangan AS Kolombia Kerahkan 30 Ribu Tentara ke Perbatasan Venezuela
Share
PENUTUR.COM — Pemerintah Kolombia resmi mengerahkan 30 ribu personel militer ke perbatasan Venezuela.
Hal itu sebagai langkah antisipasi keamanan menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke negara tetangga tersebut pada akhir pekan lalu.
Langkah ini menandai status siaga tinggi Kolombia di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan Amerika Latin.
Kepala Departemen Administratif Presiden Kolombia, Angie Lizeth Rodriguez, menegaskan pengerahan pasukan dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus warga sipil di wilayah perbatasan.
āPerintah ini merupakan bagian dari strategi mempertahankan kedaulatan, pertahanan, dan integritas teritorial Kolombia, sekaligus mengamankan masyarakat perbatasan di tengah tensi regional,ā ujar Rodriguez, dikutip The National, Selasa, (6/1).
Kolombia sebelumnya juga secara terbuka mengecam operasi militer AS di Venezuela.
Presiden Gustavo Petro bahkan sempat memperingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan, terutama setelah adanya pengerahan militer AS dalam skala besar di kawasan Karibia.
Presiden Petro juga menegaskan Kolombia tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya terancam, termasuk dari tekanan negara besar.
āSaya mungkin bukan tentara, tapi saya paham perang dan risikonya. Demi negara ini, saya siap mempertahankan Kolombia,ā kata Petro, dikutip EFE.
Pernyataan itu mengingatkan publik pada latar belakang Gustavo Petro yang pernah bergabung dengan kelompok gerilya M-19 di masa mudanya, sebelum kelompok tersebut dibubarkan lewat perjanjian damai pada 1990.
Situasi perbatasan KolombiaāVenezuela kini menjadi sorotan internasional, seiring meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik regional pasca serangan AS.


