Terus Melemah, Rupiah Akhirnya Tembus Rp18.029 per Dolar AS
Share
PENUTUR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga menyentuh angka Rp18.029 atau terlemah sepanjang sejarah.
Berdasarkan data dari firma keuangan Morningstar, mata uang garuda sebetulnya telah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS sejak Rabu (3/6) malam.
Pelemahan tersebut bahkan sempat menyentuh titik terendah di angka Rp18.036 per dolar AS pada Kamis (4/6) dini hari.
Kombinasi antara tekanan eksternal serta sentimen pasar dalam negeri yang belum solid menjadi pemicu utama kemerosotan nilai tukar mata uang domestik yang terjadi secara terus-menerus ini.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS yang menekan rupiah dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik yang tengah meningkat di kawasan Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman Leong di Jakarta, Kamis (4/6) seperti dikutip Antara.
Faktor lain yang memperkokoh posisi mata uang Paman Sam adalah rilis sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan performa lebih kuat dibandingkan ekspektasi pasar.
Kinerja positif ini terlihat jelas pada data ketenagakerjaan serta indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM).
Menurut penuturan Lukman, perpaduan dari berbagai faktor eksternal tersebut memicu lonjakan permintaan terhadap dolar AS dan secara langsung menekan mata uang negara-negara berkembang.
Kondisi ini diperparah oleh sentimen pasar domestik yang dinilai belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar rupiah, meskipun Bank Indonesia sudah melakukan langkah-langkah stabilisasi.
Situasi kurs yang melampaui angka Rp18.000 ini pun diprediksi akan mendorong otoritas moneter untuk bertindak lebih agresif.
“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” pungkas Lukman Leong.


